Foto: Metrotvnews

Pembalap Pertamina Arden Naik Podium di Seri Pembuka F2

Foto: Metrotvnews

Foto: Metrotvnews

SAKHIR, suaramerdeka.com – Seri pembuka balap mobil Formula 2 musim 2017 di Sirkuit Sakhir, Bahrain, Sabtu (15/4), berakhir manis bagi tim Pertamina Arden. Melalui aksi gemilang Norman Nato (Prancis), Arden langsung menabung 18 poin.

Pada race pertama hari ini, Nato yang memulai balap dari posisi ketiga, berhasil finis di podium kedua. Ia berjarak 7,891 detik dari pembalap Russian Times, Artem Markelov (Rusia) yang tampil sebagai juara. Posisi ketiga ditempati pembalap Prema Racing, Charles Leclerc (Monako).

Dengan hasil ini, Markelov untuk sementara menempati posisi pertama klasemen pembalap dengan 27 poin, yang merupakan gabungan poin juara 25 ditambah bonus dua poin karena mencatatkan lap tercepat. Disusul Leclerc (19 poin), yang merupakan perpaduan 15 angka sebagai peringkat ketiga, dan tambahan empat angka karena meraih posisi pole.

Diikuti Nato dengan 18 poin. Feature race memang mengatur tambahan bagi peraih posisi pole dan lap tercepat. Berbeda dengan balapan kedua sprint race, hanya pembalap peraih lap tercepat yang mendapat bonus angka, karena dalam race ini tak lagi ada babak kualifikasi.

Meski finis di urutan kedua, Nato bahkan hampir saja juara. Hingga dua putaran terakhir jelang finis, ia masih memimpin balapan. Namun degradasi ban membuatnya gagal mempertahankan posisi. Sebaliknya bagi Markelov, perjudian ban yang dilakukan dalam balapan yang terik di tengah gurun, menjadi kuncinya melewati Leclerc kemudian Nato.

‘’Sangat disayangkan saya harus kehilangan posisi pertama pada pengujung balapan. Tetapi podium kedua sudah cukup bagus,’’ ungkap Nato sebagaimana keterangan tertulis kepada Suaramerdeka.com.

Sesuai regulasi F2, untuk sprint race, Minggu (16/4), start pembalap yangmasuk delapan besar feature race akan dirotasi. Juara feature akan memulaibalapan sprint dari posisi delapan, nomor dua akan memulai balapan dari startketujuh dan seterusnya.

Sementara itu, rekan Nato, pembalap kebangggan Indonesia, Sean Gelael, harus berjuang keras sejak awal lomba karena memulai balapan dari pitlane. Ia sempat menyodok ke urutan 12 tak lama usai pergantian ban. Sayang, Sean kurang beruntung karena melanggar batas kecepatan saat masuk pitstop akibat tidak berfungsinya pit limiter.

Akibatnya, pria kelahiran Jakarta itu mesti menjalani hukuman masuk pit yang menyebabkan posisinya kembali turun. Ujian Sean belum selesai karenadia juga mendapat hukuman tambahan penalti lima detik akibat melanggar batas kecepatan saat menjalani sanksi masuk pit.

Secara umum penampilan dua pembalap Pertamina Arden cukup impresif. Meski finisdi urutan ke-17, Sean membuat catatan waktu terbaik dalam satu lap cukup bagus, semenit 46,989 detik.

Menurut engineer Pertamina Arden, GaetanJego, race kedua akan menjadi tantangan tersulit para pembalap karena mestipandai menjaga degradasi ban selama 23 putaran penuh.

(Wahyu Wijayanto/CN39/SM Network)

Comments

comments