Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

Pembalap Jateng akan Bersaing di Solo

Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com – Para pembalap Jateng bakal bersaing dalam kejuaraan provinsi (Kejurprov) Balap Motor di sirkuit Manahan, 26 Juli mendatang.

Ajang adu kebut seri II Jateng itu rencananya menggelar empat kelas wajib yakni MP-3 (125 cc tune up pemula), MP 4 (110 cc tune up pemula), MP-5 (125 cc standar pemula) dan MP-6 (110 cc standar pemula), serta sejumlah kelas pendukung.

“Kejurprov hanya melombakan kelas-kelas pemula. Jadi tidak akan melombakan kelas seeded seperti MP-1 dan MP-2, karena dua kelas itu milik kejurnas Motoprix. Tapi ada beberapa kelas tambahan lain terutama matic,” kata Kabid Olahraga Motor pada Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jateng, Lilik Kusnandar, Minggu (21/6).

Kelas-kelas pendukung tersebut misalnya kelas matic 150 cc tune up, matic 130 cc tune up dan 115 cc tune up. Pesertanya bersifat terbuka, jadi tidak mengenal batasan usia minimal maupun makismal. Siapa pun boleh turun dalam kelas pendukung itu, karena bentuk kejuaraannya lebih pada fun race.

“Beda dengan kelas wajib kejurprov yang dibatasi maksimal usia 18 tahun untuk MP-5 dan MP-6, serta maksimal umur 20 tahun pada MP-3 dan MP-4,” ujar Lilik.

Tanpa Pembalap Seeded

Lelaki asal Rembang yang juga Ketua Pengkot Federasi Olahraga Balap Motor (FOBM) Solo itu menambahkan, ajang kejurprov seri II tersebut merupakan rangkaian dari enam seri yang rencananya diselenggarakan dalam tahun ini.

Kejurprov seri I telah digelar di Pekalongan, beberapa waktu lalu. “Pertarungan para pembalap yang turun di kelas-kelas kejurprov sudah pasti bakal berlangsung ketat. Sebab, tak ada pembalap seeded di dua kelas tersebut. Persaingan ketat juga akan terjadi di kelas-kelas pendukung, karena banyak klub motor Solo dan sekitarnya yang bakal meramaikan persaingan,” tutur Lilik.

Tak ada persoalan mengenai sirkuit yang akan digunakan beradu kebut tersebut. Dia memberi gambaran, panjang lintasan lebih-kurang sama dengan lintasan yang digunakan untuk Kejurnas Motoprix 2015 di Manahan, 4-5 April lalu. Sesuai ketentutan, panjang lintasan standar minimal 1.100 meter.

(Setyo Wiyono/CN39/SM Network)

Comments

comments