RAIH PERAK: Permanjat CS 9 Climbing Club Solo, Aman Syahril berlatih di papan boulder kompleks Stadion Manahan, beberapa waktu lalu. Dia meraih medali perak pada sirkuit panjat tebing di Kota Tegal, Senin (22/12). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Pemanjat Solo Raih Perak di Tegal

RAIH PERAK: Permanjat CS 9 Climbing Club Solo, Aman Syahril berlatih di papan boulder kompleks Stadion Manahan, beberapa waktu lalu. Dia meraih medali perak pada sirkuit panjat tebing di Kota Tegal, Senin (22/12). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

RAIH PERAK: Permanjat CS 9 Climbing Club Solo, Aman Syahril berlatih di papan boulder kompleks Stadion Manahan, beberapa waktu lalu. Dia meraih medali perak pada sirkuit panjat tebing di Kota Tegal, Senin (22/12). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Pemanjat Solo, Aman Syahril meraih medali perak pada Sirkuit Panjat Tebing Seri III Jateng di Kota Tegal, Senin (22/12). Atlet yang bernaung di bawah bendera CS 9 Climbing Club tersebut menjadi runner up di papan boulder kelas B (12-16 tahun) pada persaingan yang diikuti puluhan pemanjat dari berbagai klub di Jateng itu.

Medali emas kelas dan nomor tersebut digenggam Krisbiantoro (BCB Climbing Blora). Sedangkan perunggu menjadi miliki Qiromal Katibin (Kauman Power, Batang).

”Selisih pengumpulan poin Aman tak terpaut jauh dari Krisbiantoro dalam persaingan di papan boulder,” kata pengurus Bidang Kompetisi Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jateng, Tave Askar.

Secara keseluruhan ada 12 emas yang diperebutkan dalam ajang yang digelar FPTI Jateng bekerja sama dengan Pengkot Tegal selama Sabtu-Selasa (20-24/12) tersebut. Para atlet bersaing dalam tiga kelompok, yakni kelas A (7-11 tahun), B dan C (17 tahun ke atas). Masing-masing kelompok terinci atas putra dan putri, di mana setiap pemanjat bisa turun dalam dua nomor sekaligus yakni boulder dan speed.

”Aman masih punya kesempatan memburu emas di papan speed yang finalnya diselenggarakan Selasa (23/12),” jelas Tave.

Masih Ada Kans

Ketua Pengkot FPTI Solo Marjiyanto ”Ipunk” Bialangi Kasim mengungkapkan, Aman merupakan satu-satunya atlet dari Solo yang turut bersaing pada sirkuit tersebut. Tetapi mencermati potensi yang dimiliki sang pemanjat, maka masih ada kans untuk kembali menembus tiga besar pada nomor speed.

”Pada Kejurprov Jateng di Pekalongan, November lalu, Aman juga merebut peringkat tiga dalam persaingan yang tergolong ketat. Kalau dia dapat lebih tenang dalam lomba, maka bisa meraih tempat kedua bahkan juara,” tutur Ipunk.

Dia mengungkapkan, CS 9 Climbing Club sebenarnya berencana mengirimkan dua pemanjat pada sirkuit di Tegal. Selain Aman, seorang atlet lainnya adalah Fandi Bagus. Tetapi Fandi urung berangkat karena waktunya berhimpitan dengan Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) IX/2014 di Kepulauan Riau, 6-13 Desember lalu. Pada ajang tersebut, dia menempati peringkat empat nomor lead di kelas spider kid A.

(Setyo Wiyono/CN39)

Comments

comments