Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Pemanjat Solo Gagal Masuk Tiga Besar Specta Climbing Competition II/2016

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com – Para pemanjat Solo gagal menembus tiga besar dalam kejuaraan panjat tebing di IAIN Surakarta, Jumat-Minggu (26-28/2). Mereka yang beradu ketangguhan di papan speed dan lead, tergelincir dalam perburuan medali di ajang bertajuk Specta Climbing Competition II/2016 tersebut.

Endurance anak-anak di papan vertikal, saat ini tidak maksimal. Mereka memang kurang latihan untuk papan vertikal, karena pekan-pekan terakhir sering hujan. Jadi latihannya lebih sering di papan boulder indoor,” kata Ketua Umum Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Solo, Marjiyanto ”Ipunk” Bialangi Kasim, Senin (29/2).

Lima atlet Kota Bengawan bertarung di ajang yang tidak diperuntukkan bagi para pemanjat pelatda dan pelatnas itu. Mereka adalah Yasin Tanaka, Rianda Eka Risti, Finda Ayu, Fandi Bagus dan Lukman. Hanya Lukman dan Fandi yang bersaing di nomor lead kelompok umur 19 tahun (KU-19).

Tiga lainnya beradu tangguh dan kecepatan di papan lead umum. ”Satu-satunya nomor yang diperuntukkan bagi atlet umum adalah speed. Lainnya untuk kelompok umur dan Mapala,” tambah Ipunk.

Lelaki yang juga menjadi presiden juri pada ajang Specta Climbing itu mengungkapkan, harapan perburuan medali paling tinggi sebenarnya ada pada Rianda. Pada babak penyisihan, dia menempati peringkat pertama. Namun ketangguhan fisiknya menurun saat memasuki babak final.

”Rianda sering melakukan kesalahan sendiri. Dia beberapa kali terpeleset, saat beradu kecepatan. Paling sial ketika dia bertarung dalam perebutan juara tiga. Tinggal satu poin yang harus digapai, dia juga kembali terpeleset sehingga medali lepas,” tutur Ipunk.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments