Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Pelatnas Silat Bertarung di Perak Open

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com - Tim pelatnas pencak silat Indonesia bakal memanaskan pertarungan dalam Kejuaraan Perak Open di Malaysia. Sebanyak 16 pesilat yang kini digembleng, akan bertolak meninggalkan Padepokan Pencak Silat di kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII) guna bersaing di Malaysia, Selasa (14/4) ini.

“Kami akan mengikuti maksimal 13 kelas dari 20 kelas yang dipertandingkan dalam Perak Open tersebut,’’ kata pelatih kepala pelatnas pencak silat, Indro Catur.

Menurutnya, pertarungan pada kejuaraan tersebut hanya sebagai ajang try out kontingennya sebelum menghadapi SEA Games 2016 di Singapura.

Karena itu, pihaknya tidak akan mengeluarkan kekuatan penuh. Beberapa pesilat seperti Awaludin yang diproyeksikan untuk kelas A putra, Sapto Purnomo (D putra), Wewey Wita (C putri) dan Selly Andriani (D putri), kemungkinan justru disimpan atau hanya separuh kekuatan yang dikeluarkan.

“Target kami memang di SEA Games. Makanya, Perak Open itu hanya sebagai ajang pemanasan atau menjajaki kekuatan lawan. Kalau kami keluarkan kekuatan penuh, justru tim ini yang jadi bahan intipan,” jelas Catur.

Hal serupa dilakukan pada kejuaraan di Singapura, 4-5 April lalu. Tim silat Merah Putih turut bertanding di negara tersebut demi melihat situasi skuad tuan rumah SEA Games, sekaligus tes venue yang akan digunakan sebagai pesta olahraga dua tahunan negara-negara Asia Tenggara tersebut.

Berdasarkan pencermatannya, venue pencak silat yang disiapkan tidak bagus. Ukuran matras tidak sesuai dengan standar yang mestinya diterapkan untuk salah satu cabang olahraga bela diri tersebut.

“Waktu di Singapura itu, bahkan beberapa atlet sengaja tidak kami kirimkan. Seluruh wasitnya juga wasit lokal, sehingga tentu menguntungkan tuan rumah. Maka saat SEA Games nanti, kami akan kirim wasit juga,’’ tutur Catur.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments