Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Pelatda Silat Diistirahatkan Dua Pekan

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com – Pelatda pencak silat Jateng diistirahatkan selama lebih kurang dua pekan. Keputusan itu diambil jajaran pelatih, setelah kontingen itu meraih 16 tiket PON, melalui ajang kualifikasi yang digelar di Samarinda selama sepekan yang berakhir Sabtu (7/11).

”Anak-anak kami istirahatkan selama dua pekan. Setelah itu, mereka kembali latihan secara desentralisasi. Bagi pesilat Solo dan sekitarnya, tempat latihannya tetap di kawasan Gajahan,” kata pelatih kepala tim pelatda pencak silat Jateng, Indro Catur, Senin (9/11).

Jateng meloloskan pesilat terbanyak, yakni 15 tiket/nomor pada kualifikasi PON di Samarinda, disusul Jatim dengan 14 tiket dan Kaltim dengan 12 tiket.

”Raihan tersebut sekaligus melampaui target yang kami patok untuk Pra-PON, yakni sebelas tiket. Jadi pada PON XIX/2016 di Jabar, kami akan menurunkan para pesilat untuk bersaing pada 15 dari total 21 nomor yang digelar,” ujar Catur.

Kendati meloloskan pesilat terbanyak, namun Jateng hanya berada di urutan kedua pengumpulan medali. Tim itu mengemas enam medali emas, tujuh perak dan dua perunggu. Peringkat pertama justru ditempati Jatim dengan tujuh emas, tiga perak dan empat perunggu, sementara urutan ketiga Kaltim dengan lima emas tiga perak dan empat perunggu.

Medali emas tim Jateng diraih Linggar Uji Nugraha di kelas tunggal putra. Selain itu, M Iqbal di nomor tanding kelas C putra, M Riski Adi (F putra), Tegar Ananda (H putra), Bagaskoro (I putra) dan Sri Rahayu (A putri). ”Alhamdulillah saya bisa menyumbang tiket PON sekaligus medali emas bagi tim Jateng dari arena Pra-PON,” kata Riski.

Indro Catur menambahkan, ajang kualifikasi sebenarnya lebih difokuskan pada perburuan tiket menuju PON Jabar 2016. Karena itu, tidak seluruh kekuatan diturunkan untuk mengejar pengumpulan medali.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments