Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Pelatda Libur, Pesilat Solo dan Sekitar Berlatih Mandiri

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

KARANGANYAR, suaramerdeka.com - Pelatda pencak silat Jateng, termasuk atlet Solo dan sekitarnya, yang biasanya menjalani latihan tersentral di kawasan Gajahan Kecamatan Colomadu, Karanganyar, untuk sementara libur. Para pesilat yang telah merebut 15 tiket dari total 21 nomor pada kualifikasi PON di Kaltim, 1-7 November lalu, kini berlatih secara mandiri.

”Kami diminta berlatih secara individu dulu untuk sementara. Ya, mungkin memberi kesempatan istirahat para atlet karena jarak menuju PON Jabar 2016 diperhitungkan masih ada cukup waktu,” kata pesilat Sukoharjo yang masuk tim pelatda Jateng, M Riski Adi, Selasa (17/11).

Bagi dirinya dan para atlet lainnya, masa recovery setelah Pra-PON memang dibutuhkan. Namun selama masa istirahat dan pemulihan tersebut, mereka tetap melakukan latihan secara mandiri agar kondisi fisik tetap terjaga. Sebab jika kondisi fisik merosot maka butuh waktu lagi untuk kembali mendongkraknya.

”Lagi pula, jajaran pelatih telah memberikan program latihan untuk dijalankan masing-masing atlet selama masa istirahat. Jadi bukan istirahat total. Mungkin Desember nanti sudah kembali latihan bersama,” tutur Riski.

Pelatih kepala tim silat Jateng, Indro Catur sejak jauh hari juga sudah berpesan kepada para atlet pelatda agar tidak beristirahat secara total. ”Istilahnya, istirahat aktif. Artinya, para atlet tetap berlatih sendiri-sendiri atau di perguruan masing-masing untuk tetap menjaga kondisi fisiknya,” ujar Catur, sebelum bertolak untuk mengisi workshop ke Aljazair, beberapa waktu lalu.

Secara keseluruhan terdapat 25 pesilat yang menjadi awak kontingen Jateng pada kualifikasi PON di Kaltim, awal November lalu. Mereka bersaing dengan 10 kontingen/provinsi lain. Tim-tim yang akan bertarung dalam perebutan tiket menuju PON tersebut adalah Jateng, DIY, Banten, Jatim, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalbar, Kaltim, Kalteng, Kaltara dan Kalsel.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments