Foto: suaramerdeka.com / MH Habib Shaleh

Pelari Afrika Masih Dominasi Borobudur 10K

Foto: suaramerdeka.com / MH Habib Shaleh

Foto: suaramerdeka.com / MH Habib Shaleh

MAGELANG, suaramerdeka.com – Pelari asal Afrika masih mendominasi penyelenggaraan Borobudur International 10K 2014, Minggu (16/11). Kali ini lima pelari asal Kenya berhasil menyabet juara di kategori elit internasional putra dan elit internasional putri.

Untuk kategori internasional putra empat pelari Kenya berjaya dengan merebut juara 1 sampai 4. Keempatnya adalah Kennedy Kiproo Lilan dengan catatan waktu 29 menit 35 detik, kemudian disusul Joseph Mwangi Ngare (29’38 menit), Yulias Brotit S (29’47), dan Silas Muturi (30’52).

Posisi kelima direbut pelari Jepang Keita Matsumoto (36’03). Kenya kembali merebut juara pertama untuk kategori internasional putri melalui Peninah Kigen dengan catatan waktu 36 menit 12 detik.

Dominasi Kenya ini menggantikan para pelari Ethiopia yang memborong gelar juara Borobudur International 10 K 2013. Saat itu, Azmirow Bekele Moialign merebut juara pertama disusul Josphat Kiptanul Chobei di kategori elit internasional putra. Ethiopia juga merebut juara pertama kategori elit internasional putri lewat Gezashign Hunduma Gameda.

Pada Borobudur International 10 K 2013, Kenya hanya merebut peringkat III melalui Joseph Mwangi Ngare serta juara keempat dan kelima lewat Mamiyo Nuguse Hirsuato dan Wilson Kibogo. Atas keberhasilan ini, para pelari Kenya mengaku bangga bisa mendominasi Borobudur International 10K 2014. “Saya senang sekali bisa menjadi juara,” kata pelari Kenya Kennedy Kiproo Lilan.

Indonesia sendiri pantas berbangga kepada dua pelari putri Lazeen Rahman dan Miki Yokohama yang menjadi juara kedua dan ketiga Borobudur 10K 2014 di kategori elit internasional putri. Mereka lebih baik dari pelari Jerman Lisa Christel dan pelari Amerika Serikat Cindy Paladino.

Sekretaris PASI Kabupaten Magelang Priatmadi mengatakan untuk kategori atlet nasional putra Agus Prayogo berhasil menjadi juara pertama. Atlet asal Magelang namun membawa bendera Jawa Barat itu meraih catatan waktu tercepat 31 menit 45 detik.

“Juara pertama kategori perempuan direbut Yulia Ningsih asal Jawa Timur dengan catatan waktu 37 menit 08 detik. Lima tahun ke depan rute Borobudur 10K akan menggunakan rute yang sama,” kata Priatmadi.

Ketua Panitia Borobudur 10 K Budi Cahyadi mengatakan juara pertama untuk kategori elite internasional berhak membawa pulang hadiah 70 ribu US dolar. Adapun untuk atlet nasional mendapatkan hadiah Rp 45 juta.

(MH Habib Shaleh / CN26)

Comments

comments