Foto: suaramerdeka.com / Arif M Iqbal

Pecatur Amerika Latin Diundang pada Japfa Chess Festival 2017

Foto: suaramerdeka.com / Arif M Iqbal

Foto: suaramerdeka.com / Arif M Iqbal

JAKARTA, suaramerdeka.com – Turnamen catur yang bertajuk Japfa Chess Festival 2017 kembali digelar. Kali ini, peserta luar negeri yang diundang tak hanya Asia Tenggara, tetapi merambah Amerika Latin, Timur Tengah dan Eropa. Peserta undangan akan bertanding di kategori international masters.

Menurut Plt. Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto, pihaknya memang ingin membuat suasana berbeda dari turnamen-turnamen sebelumnya dengan mendatangkan pecatur Amerika Latin dan Timur Tengah. Salah satu yang diundang adalah juara Kontinental Amerika asal Peru, WGM Deysi Estela Cori Tello.

Ia juga pernah menyabet gelar juara dunia catur wanita U-16 dan juara dunia yunior catur wanita saat usianya masih di bawah 20 tahun. Adapun pecatur Timur Tengah yang diajak ke Jakarta adalah Mitra Hejazipour asal Iran. Prestasi yang pernah diraih adalah juara Asia catur wanita pada 2015. Mitra juga selalu memperkuat
Iran dalam Olimpiade Catur dan tak pernah absen hingga 2016.

Adapun pecatur Eropa yang diundang meramaikan turnamen adalah IM Alina L’Ami asal Rumania. “Selama ini peserta lebih banyak Eropa dan Asia. Tapi sekarang sudah tiga benua dan kami harapkan tahun depan bisa merambah lima benua dengan menghadirkan pecatur Australia dan Afrika,” ujar Utut di Jakarta, Jumat (12/5).

Menurut dia, pecatur mancanegara yang diundang kali ini memiliki kualitas yang bagus. Karena itu, para pecatur muda Indonesia memiliki kesempatan berharga untuk menghadapi mereka.

Apalagi, beberapa pemain Indonesia juga membidik norma international master (IM) seperti Medina Warda Aulia, Arif Abdul Hafiz, Jodi Setyaki, Yoseph Taher dan Novendra Priasmoro. “Target kami, beberapa pecatur kita bisa meraih norma. Ini adalah kesempatan buat mereka,” ungkap Utut.

Direktur Komunikasi Japfa Rahmat Indrajaya mengatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk mendukung penyelenggaraan turnamen catur agar muncul bibit-bibit potensial. Hal itu sudah dibuktikan dukungan Japfa selama 17 tahun ini. “Kami berharap pecatur-pecatur Indonesia bisa menaikkan kelas dari tingkatan sekarang yang dimiliki supaya ke depan jadi Grand Master yang dapat membawa nama Indonesia di ajang internasional,” terang dia.

(Arif M Iqbal / CN26)

Comments

comments