Foto: suaramerdeka.com / Heru Fajar

Pebalap Thailand dan Malaysia Kuasai Race 1 di AP250

Foto: suaramerdeka.com / Heru Fajar

Foto: suaramerdeka.com / Heru Fajar

JOHOR, suaramerdeka.com – Race 1 kejuaraan balap motor Asian GP atau Asia Road Racing Championship (ARRC) 2016 telah di mulai pada hari Jumat (1/4) kemarin di sirkuit Johor Malaysia. Ada tiga kelas utama yang di lombakan yakni kelas Underbone 130cc, AP250cc dan Supersport 600cc. Tim-tim yang berasaldari Indonesia banyak yang berlag di kelas 250cc atau AP 250.

Khusus di wilayah Kesultanan Johor balap memang di adakan pada hari Jumat dan Sabtu karena di kawasan yang berbatasan dengan Singapura ini, dua hari tersebut adalah hari libur sedangkan Minggu hari kerja. Balap di ajang ARRC di bagi menjadi dua hari, Jumat Race 1 dan Sabtu Race 2.

Pada Race pertama para pembalap dari Thailand tampil perkasa dengan menempatkan 3 pembalapnya di podium utama dengan motor Yamaha R25. Tiga pembalap Yamaha Thailand Racing Team itu tampil begitu kuat dan mendominasi Race 1.

Strategi saling menjaga posisi dan tak membiarkan lawan lain masuk ke barisan 3 besar terbukti sukses dan tak tergoyahkan hingga akhir Race 1. Sempat saat awal-awal Race ada pembalap Kawasaki yakni Ayumu Tanaka yang sempat menyodok namun kuatnya kerjasama pasukan Yamaha Thailand itu mampu menyungkurkan Tanaka ke luar lintasan.

Adapun para pembalap dari Indonesia khususnya di kelas AP250 masih berada di barisan tengah. Posisi terbagus di Starting Grid saat awal lomba justru di torehkan oleh Immanuel Pratna yang mampu start di posisi 7. Sedangkan Galang Hendra dan Rey Ratukore start di posisi ke 14 dan 17 akibat terkena penalti.

Ada kejadian cukup menarik ketika sesi kualifikasi di mana hampir semua pembalap saling menunggu dan tak menggeber motornya dengan cepat. Strategi saling menguntit untuk mencuri angin pembalap di depan ini memang menjadi umum untuk mencari waktu tercepat.

Hasilnya panitia pun menghukum para pembalap yang terbukti saling menunggu pembalap lain saat kualifikasi. Sebanyak 21 pembalap terkena hukuman pinalti itu dan mendapat peringatan. Hukumannya adalah penambahan waktu 15 detik untuk menentukan posisi Grid pada Race 1.

Dari 21 pembalap tersebut dua pembalap Yamaha Racing Indonesia (YRI)  juga termasuk di dalamnya yakni Galang Hendra dan Rey Ratukore. “Kita terjebak diantara para pembalap yang sedang menunggu pembalap lain. Jadinya kita juga dianggap terlibat dalam kejadian itu. Namun meski terkena pinalti penambahan waktu saat Race ke 2 hari Sabtu posisi start kita akan tetap seperti semula,” kata Galang Hendra.

Galang Hendra dan Rey Ratukore tahun ini menjadi duet tim YRI di ajang ARRC. Pada Race pertama Jumat kemarin posisi terbaik di berikan oleh Galang Hendra yang mewakili tujuh pembalap dari Indonesia.

Bahkan di lap-lap pertengahan Galang mampu menyodok lima besar (top Group), namun karena kurang konsisten di racing line posisinya agak melorot dan finish ke 8. “Memang hari ini kurang maksimal meskipun settingan sudah bagus. Besok akan lebih push lagi untuk bisa ke 5 besar atau podium,” tambah Hendra.

(Heru Fajar / CN26)

Comments

comments