Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

Pebalap Solo Gagal di Kejuaraan Tegal

Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com - Para pebalap Pengkot Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Solo gagal menorehkan prestasi pada kejuaraan di Tegal, Minggu (19/3). Mereka, Andriyan ‘’Dayat’’ Hidayat, Saputro Reno Wijayanto, Shindu Ardiyanto dan Annisa Destein Cindy Qiawati, terlempar dari tiga besar pada masing-masing kelas yang diikutinya.

“Terkecuali Cindy yang merupakan atlet debutan, ketiga pembalap putra sama-sama baru naik kelas dalam tahun ini. Persaingan mereka di kelas yang lebih tinggi, jadi lebih berat,” kata pelatih ISSI Solo Agus Sadiyanto, Selasa (20/3).

Dia mengungkapkan, Dayat yang tahun-tahun sebelumnya berkompetisi di kelas yunior, mulai tahun ini beradu kebut di level senior dalam ajang terbuka kriterium bertajuk Raja Jalingkut 2017 tersebut.

Lalu Reno yang selama ini bertarung di kelas pemula (kelompok umur 16 tahun), kini bergeser ke yunior. Sementara Shindu yang biasa bersaing di kelompok pemula 14 tahun, naik ke kelas pemula 16 tahun.

Menurut Agus, perpindahan kelas tersebut berpengaruh bagi para atlet dalam peta persaingan di level baru. “Tapi mereka masih bisa menunjukkan kemampuannya. Reno misalnya, meski hanya berada di urutan lima tetapi dia mampu mendapatkan dua poin,” tutur dia.

Dayat yang turut membela tim Jateng dalam PON XX/2016 di Jabar pun masuk rombongan besar. Namun pembalap yang baru lulus SMA tahun lalu tersebut memang lebih memiliki spesialisasi sebagai pembalap tanjakan, sedangkan lintasan kriteritum di Tegal berupa jalan datar.

“Khusus Cindy, kejuaraan di Tegal ini merupakan ajang pertamanya dalam kejuaraan terbuka. Dia adalah juara tingkat SMP dalam kejuaraan balap sepeda pelajar pemula di Solo, Februari lalu,” ujar Agus.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments