Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

Pebalap Solo dan PPLP Bidik 10 Besar LCC Seri 22

Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com - Menembus 10 besar menjadi bidikan para pembalap Solo dalam Lomba Customs Cycling (LCC) Seri 22/2016 yang bakal digelar di Denpasar, Bali, Jumat-Minggu (25-27/11). Target serupa juga dipatok bagi atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Balap Sepeda Jateng yang bermarkas di kawasan Punggawan, Solo.

“Peserta sangat banyak, jadi persaingan sangat ketat. Selain tim-tim dari Malaysia, bahkan info yang kami dengan ada pembalap dari Australia dan Eropa yang ikut turun. Maka target 10 besar saya kira realistis,” kata pelatih tim Pengkot Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Solo, Agus Sadiyanto, Selasa (22/11).

Pria yang juga pelatih PPLP Balap Sepeda Jateng itu menjelaskan, alasan mematok 10 besar karena pemegang peringkat tersebut mendapatkan poin. Ajang balap sepeda yang diprakarsai Customs Cycling Club (CCC) Jakarta itu menggelar tiga seri setiap tahun. “ISSI Solo menurunkan dua atlet, sementara PPLP Jateng enam pembalap,” tutur Agus.

Pebalap Solo yang disiapkan turun adalah Saputro Reno Wijayanto dan Shindu Ardiyanto, di kelas pemula. Sedangkan atlet PPLP yakni Harun Arrosid, Nurul Fauzan (pemula), Irfan Lutfi, Slamet Widodo, Andriyan Hidayat (yunior), serta Moh Abdul Azis Romdhoni (senior). Andriyan adalah pembalap Solo yang memperkuat tim Jateng pada PON lalu. “Mereka telah kami tempa dalam latihan setiap hari di berbagai medan,” ujar Agus.

Penasihat ISSI Solo yang juga Manajer PPLP Balap Sepeda Jateng Paulus Kristono memprediksi, kendati ditempa secara intensif, tapi persaingan ketat bakal dihadapi anak-anak asuhnya. Lebih-lebih puluhan pembalap luar negeri juga turut bertarung.

“Saya selalu berpesan agar anak-anak tampil maksimal dan percaya diri. LCC Seri sangat membantu meningkatkan jam terbang, karena mereka juga bersaing menghadapi pembalap-pembalap luar negeri,” tandas pria yang juga bos Roti Primadonna Solo itu.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments