Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Pebalap Jateng Gagal Masuk Tiga Besar Motoprix Seri 2

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com - Para atlet tim balap motor PON Jateng gagal menembus tiga besar dalam Kejurnas Motoprix Seri 2 Region 2 di Serang, Banten, Minggu (15/5). Pebalap asal Pekalongan M Erfin Firmansyah finish di urutan lima kelas MP4 (110 cc tune up pemula), sementara Agus ”Iwan” Setiawan (Solo) berada di peringkat sepuluh kelas MP1 (150 cc tune up seeded).

”Iwan belum menemukan setelan yang pas terhadap mesin motornya, setelah dia pindah dari tim Yamaha ke Suzuki. Tapi dia yang start dari urutan 14 menunjukkan progres positif,” kata manajer tim balap motor PON Jateng Lilik Kusnandar di sirkuit Manahan Solo, Senin (16/5).

Juara MP1 disabet pebalap DKI Jakarta, Boy Arbi, sedangkan gelar juara MP4 digenggam Idris SM dari Jatim. Menurut Lilik, Erfin sebenarnya ditargetkan naik podium. Namun persaingan yang ketat membuat dia hanya mampu menembus garis finis di urutan lima.

”Tapi saya tetap yakin, target sekeping medali emas dapat diraih anak-anak pada PON XIX/2016 di Jabar nanti. Sebab, motor yang digunakan para atlet pada PON nanti sama, satu merek,” tandas Lilik.

Pria yang juga Kabid Olahraga Motor pada Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jateng itu menjelaskan, dua pembalap lain dalam timnya absen dalam adu kebut tersebut. Ardi Satya Sadarma (Purworejo) yang rencananya turun di kelas MP1 dan MP2, urung balapan. Mobil boks yang mengangkut motornya mengalami kecelakaan di jalan tol Cipali, Sabtu (14/5).

”Sebenarnya Ardi sudah berada di Jakarta. Tetapi karena mekaniknya bernama Triyanto tewas dalam kecelakaan mobil boksnya, maka dia batal mengikuti Motoprix,” tutur Lilik.

Adapun Irfan Ardiansyah (Kabupaten Semarang) urung berangkat karena konsentrasi menghadapi kejuaraan motor sport di sirkuit Sentul, Minggu (22/5).

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments