Foto: istimewa

PB PON Minta Sengketa Mutasi Atlet Cepat Kelar

Foto: istimewa

Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PON) berharap sengketa mutasi atlet yang melibatkan daerah satu dengan daerah lain bisa kelar dalam waktu dekat. Mereka tak ingin masalah konflik mutasi atlet berlarut-larut hingga mengganggu persiapan PON Jabar 2016.

Dewan Pengawas dan Pengarah (Wasrah) PB PON, Suwarno mengatakan, ada sejumlah atlet yang ingin pindah membela daerah lain, namun masih digantung oleh daerah asalnya. Salah satu contohnya karateka Jateng Imam Tauhid Ragananda yang ingin hijrah ke Jabar. Menurut Suwarno, mantan karateka pelatnas tersebut hanya bisa membela Jabar pada PON kali ini. Sebab Jateng tempat asalnya tak mengikutkan Imam berlaga di kualifikasi.

“Kasusnya Imam itu, dia ingin pindah ke Jabar, tapi digantung sama Jateng. Otomatis, dia tidak bisa berlaga di PON kalau membela Jateng karena tidak diikutkan kualifikasi. Dengan kondisi seperti ini, hanya Jabar yang bisa menampung karena atlet tuan rumah tak perlu mengikuti kualifikasi. Tapi persoalannya, status Imam tak dilepas oleh Jateng sampai saat ini. Tentu kami berharap sengketa mutasi bisa segera diselesaikan,” ujar Suwarno saat menjadi pembicara pada Pembekalan Pewarta Olahraga dalam rangka Fasilitasi Managemen Event Olahraga di PP PON, Cibubur, Jakarta, Selasa (30/8).

Sekadar diketahui, Imam Tauhid merupakan salah satu andalan Indonesia di tim pelatnas karate. Dia sering mengikuti kejuaraan internasional membela Merah Putih. Pada PON 2012 di Riau, Imam yang membela Jateng berhasil meraih medali perunggu.

Selepas dari PON Riau, Imam menghabiskan waktu di Bandung lantaran menempuh kuliah di salah satu perguruan tinggi di sana. Atas dasar itu, Imam ingin hijrah membela Jabar. Namun hingga beberapa tahun upaya untuk pindah, sampai kini masih ditahan Jateng.

Selain Imam, atlet lain yang masih bermalasah adalah Glen Victor (renang) dan Herowanto (biliar). Pada PON Riau, Glen membela Jabar dan kini ingin pindah ke Jatim. Adapun Herowanto yang sebelumnya dari Sumsel, kini ingin merapat ke Jabar.

“Sampai saat ini atlet yang sudah didaftarkan ke tim keabsahan mencapai 9.224 orang, tapi itu belum fix karena ada beberapa yang masih bersengketa. Kami tunggu sampai awal bulan,” jelas Suwarno yang juga menjabat Wakil Ketua Umum KONI Pusat tersebut.

(Arif M Iqbal / CN26)

Comments

comments