Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

PASI Solo Gelar Kejuaraan Terbuka di Sriwedari

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com - Ajang adu sprint bakal digelar Pengkot Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Surakarta di Stadion Sriwedari, 10 Desember mendatang. Lari jarak pendek 100 meter, 200 meter dan 400 meter akan dilombakan dalam kejuaraan terbuka se-Solo Raya tersebut.

“Ada empat nomor yang rencananya dilombakan. Selain tiga nomor lari jarak pendek, satu nomor lainnya adalah lompat jauh,’’ kata Ketua Harian Pengkot PASI setempat, Bambang Wijanarko, Rabu (23/11).

Lomba tersebut terbuka bagi masyarakat, termasuk para atlet yang selama ini berlatih langsung di bawah bendera Pengkot/Pengkab PASI, maupun klub-klub atletik di lingkup eks-Karesidenan Surakarta. Tak ada kategori khusus bagi pelajar, karena sasarannya memang masyarakat umum.

“Bisa saja atlet pelajar yang potensial ikut lomba, tetapi tetap masuk klasifikasi umum. Tak masalah, toh atlet-atlet muda bisa memanfaatkan ajang itu sebagai arena menambah jam terbang mereka,’’ jelasnya.

Lebih rinci, pria yang juga Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Surakarta itu menyebut beberapa tujuan event tersebut. Salah satunya, sebagai arena latih tanding bagi para atlet Kota Bengawan yang diproyeksikan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018.

Hasil dari kejuaraan itu menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan promosi-degradasi bagi mereka yang selama ini masuk dalam kerangka tim Solo. “Bisa saja nanti mereka yang berada luar kerangka tim, menggeser atlet lama karena ternyata prestasinya lebih bagus,” ujar Bambang.

Di sisi lain, kegiatan tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk mengetahui peta kekuatan atlet-atlet lain di luar Solo. Dengan demikian, para atlet yang prestasinya kurang bagus diharapkan dapat lebih terpacu untuk meningkatkan performanya.

“Ketentuan dalam lomba, seorang atlet putra maupun putri bisa turun di dua nomor. Sedangkan dari sisi tim peserta, bisa menurunkan maksimal tiga atlet untuk setiap nomor lomba,’’ tutur dosen Pendidikan Olahraga dan Kesehatan FKIP UNS tersebut.

(Setyo Wiyono/ CN26)

Comments

comments