MAZDA 2: Model sedang memamerkan mobil All New Mazda 2 Skyactiv di Sirkuit Tawang Mas Semarang, akhir pekan lalu.  (suaramerdeka.com/Fista Novianti)

Pasar Kendaraan Hatchback Menggeliat

MAZDA 2: Model sedang memamerkan mobil All New Mazda 2 Skyactiv di Sirkuit Tawang Mas Semarang, akhir pekan lalu.  (suaramerdeka.com/Fista Novianti)

MAZDA 2: Model sedang memamerkan mobil All New Mazda 2 Skyactiv di Sirkuit Tawang Mas Semarang, akhir pekan lalu. (suaramerdeka.com/Fista Novianti)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Perlahan tapi pasti pasar kendaraan di segmen hatchback terus menggeliat. Pebisnis otomotif optimistis penjualan mobil tersebut tumbuh sebesar 10% per tahun.

Area Manager PT Automobil Jaya Abadi selaku Autorized Dealer Mazda Jateng-DIY Agus Harjono menuturkan, penjualan kendaraan segmen hatchback Mazda 2 misalnya, mendominasi seluruh tipe hingga 60%. Kendaraan di segmen sedang buntung itu laku terjual melihat kecenderungan pasar otomotif domestik ke depan.

Mobil penumpang 4 itu akan terus berkembang, termasuk di dalamnya hatchback. Ia optimistis jika pasar kendaraan segmen sedan tanpa ekor persentasenya akan tumbuh dari tahun lalu.

“Kendaraan hatchback ke depan masih akan diminati, terutama kalangan remaja, eksekutif muda, ibu-ibu yang menginginkan tampilan berdimensi kecil namun dimensi,” tuturnya saat peluncuran All New Mazda 2 Skyactiv di kantornya Jalan MGR Soegiyapranata, akhir pekan lalu.

Kemunculan Mazda 2 terbaru ini, diharapkan dapat memacu penjualan Mazda di tahun ini. Sejak meramaikan pasar pada November lalu, penjualan All New Mazda 2 di Jateng-DIY mencapai sekitar 30 unit. Terhitung sampai saat ini sudah terjual sebanyak 90 unit. Ia menargetkan, dalam sebulan bisa terjual 50 unit di wilayah Jateng-DIY, sementara di Semarang diharapkan bisa terjual 30 unit.

Dikatakannya, penjualan otomotif terutama kendaraan hatchback tahun lalu memang tidak begitu menggembirakan disebabkan adanya pemilihan umum. Pemilu, kata dia, membuat masyarakat menunda dulu pembelian mobil sembari menunggu situasi perekonomian relatif stabil. Selain itu, fluktuasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) juga berdampak pada kurang bergairahnya industri otomotif.

Tercatat, total seluruh tipe Mazda pada tahun lalu tercapai 848 unit dari target yang ditetapkan sebesar 1.000 unit. “Tahun ini diharapkan industri otomotif lebih menggeliat hingga terjual semua tipe Mazda di Jateng-DIY sebesar 1.200 unit atau sekitar 80 unit per bulan,” imbuhnya. Pihaknya juga berupaya menggenjot penjualan All New Mazda 2 yang selama ini banyak diminati.

Kendaraan yang diimpor langsung dari Thailand itu telah mengalami perubahan empat kali baik dari sisi body, mesin dan sekarang ini mengusung teknologi skyactiv yaitu perpaduan dari performa berkendara, teknologi ramah lingkungan, serta keamanan. Kendaraan tersebut juga memiliki tampilan khas Kodo Design yang mirip sekali dengan kakak-kakaknya. Sebut saja Mazda CX-5, Mazda6 hingga Mazda3.

(Fista Novianti/CN39/SM Network)

Comments

comments