Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Paralimpian Baru Tenis Meja Jadi Tumpuan

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com – Sebanyak 13 medali emas jadi bidikan tim tenis meja National Paralympic Committe (NPC) Indonesia pada ASEAN Para Games (APG) Singapura 2015, Kamis-Rabu (3-9/12) mendatang. Target tersebut antara lain ditumpukan kepada paralimpian pendatang baru di kelas TT11 (tuna grahita).

”Kelas TT11 merupakan kelas baru yang dipertandingkan dalam tenis meja APG. Kami punya andalan Fahmi Salam dan Ana Widyasari, yang saya prediksi bisa merebut medali emas di kelompok putra dan putri,” kata pelatih tenis meja NPC, Rima Ferdianto, Jumat (27/11).

Kendati kelas baru, namun dia merasa yakin atas kemampuan kedua atlet tersebut. Sebab, Fahmi telah menunjukkan membuktikan sebagai dua Special Olympics World Games di Los Angeles, Agustus lalu. Sementara Ana juga punya performa tak kalah bagus.

”Saya telah cari informasi dan mempelajari kekuatan lawan-lawan di TT11. Meski belum pernah saling ketemu, tetapi kekuatan para atlet rival masih berada di bawah Fahmi dan Ana,” jelas Rima.

Sebanyak 31 paralimpian bakal memperkuat kontingen tenis meja Indonesia dalam pertarungan di Singapura nanti. Mereka ditargetkan mampu meraih 13 medali emas. Selain dua atlet pendatang baru, beberapa atlet yang menjadi andalan guna mewujudkannya antara lain David Jacobs dan Komet Akbar di kelas TT10, Agus Sutanto dan Tatok Hardiyanto (TT5), Adyos Astan (TT4), Supriyatna Gumilar (TT9), serta Sella Dwi Radayana (TT10).

”Saya targetkan meraih tiga medali emas, dari nomor tunggal, ganda dan beregu. Saya yakin bisa mengalahkan pesaing terberat dari Thailand, Maitree Kongruang (peringkat 24 ITTF) dan Jedsada Yodyangdeang (peringkat 31 ITFF,” kata Agus Sutanto yang kini menempati peringkat 12 ITTF di kelasnya.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments