Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Para Roller Jateng Diminta tak Berpuas Diri

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

SEMARANG, suaramerdeka.com – Meski meraih hasil optimal di Pra-PON, para roller diminta tidak cepat berpuas diri. Berdasarkan hasil evaluasi, ada sejumlah nomor yang lepas dari genggaman. Bila tampil lebih baik, Jateng bisa mendapatkan lebih dari lima emas, tiga perak, dua perunggu.

Hal itu disampaikan Manajer Tim Pra-PON sepatu roda Jateng, Henny Wijayanti. Dia mengungkapan, nomor-nomor yang lepas di antaranya 300m putri yang menjadi spesialisasi Riski Adyan, kemudian 500m putri dengan Denta Iswara ditambah beregu team time trial (TTT) 3000m putri.

”Kami akan melakukan perbaikan di tiga nomor tersebut. Dengan begitu, peluang mendapatkan medali di PON XIX/Jabar 2016 akan semakin besar. Waktu yang, akan kami gunakan untuk memperbaiki kekurangan yang ada,” sambung Henny yang juga Bendahara Porserosi Jateng.

Pada Pra-PON di Gor Saparua Bandung yang selesai, akhir pekan lalu, peraih medali emas Jateng masih didominasi atlet-atlet senior. Ajeng Anindya Prasalita yang menyumbang dua medali emas di nomor 1.000m dan point to point (PTT) 10.000m. Kemudian Allan Chandra di nomor sprint 300m.

Adapun dua medali emas lainnya oleh tim beregu putra Jateng di nomor team time trial (TTT) 3.000m dan relay 5.000m. Tim beregu putra Jateng beranggotakan Arif Rachman, Allan Chandra, Bagus Laksmendra dan Aditya Kusuma.

Dalam persiapan menghadapi PON yang tinggal delapan bulan lagi, Porserosi meminta dukungan dari KONI Jateng. Terutama dalam penyediaan peralatan, mulai dari sepatu, roda hingga biring. Sejauh ini, imbuh Henny belum ada bantuan dari KONI Jateng.

”Melihat hasil Pra-PON, persaingan semakin merata. DKI Jakarta akan menjadi musuh berat, sementara Jatim yang di Pra-PON meraih tiga emas juga semakin baik. Ditambah dengan tuan rumah Jabar yang siap mengancam. Karena itu, kami butuh dukungan dari KONI agar meraih hasil maksimal di PON,” imbuhnya.

Sepatu roda menjadi lumbung emas bila dimaksimalkan. Pasalnya banyak nomor yang diperlombakan. Namun, hal itu gagal dimanfaatkan Jateng pada PON XVIII/Riau 2012. Saat itu, Jateng hanya membawa pulang dua emas dua perak dan dua perunggu.

(Hendra Setiawan / CN26)

Comments

comments