BOULDER: Pemanjat Jateng asal Solo Alfian M Fajri berusaha menyelesaikan jalur di papan boulder kompleks Stadion Manahan, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Panjat Tebing Bakal TC di Temanggung

BOULDER: Pemanjat Jateng asal Solo Alfian M Fajri berusaha menyelesaikan jalur di papan boulder kompleks Stadion Manahan, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

BOULDER: Pemanjat Jateng asal Solo Alfian M Fajri berusaha menyelesaikan jalur di papan boulder kompleks Stadion Manahan, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Temanggung menjadi salah satu tempat yang dibidik pelatda panjat tebing Jateng sebagai lokasi training camp (TC) menghadapi PON Jabar 2016. Daerah di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing tersebut diperhitungkan bisa mendukung persiapan para pemanjat Jateng.

Sebab venue panjat tebing pada pesta olahraga empat tahunan mendatang berada di kawasan Cikole yang berketinggian sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut (dpl).

“Ada papan boulder di daerah Bansari, bawah kawasan Kledung,Temanggung, yang bisa digunakan untuk latihan. Ketinggian lokasinya 1.200-1.400 meter dpl. Maka kami rancang TC di tempat tersebut mulai akhir Maret nanti,” kata pelatih kepala pelatda panjat tebing Jateng, Triyanto Budi Santoso, Senin (4/1).

Menurutnya, TC di daerah ketinggian tersebut rencananya dilaksanakan dalam dua periode. Setelah periode Maret-April, maka awak tim pelatda akan diboyong lagi untuk ditempat di kompleks Stadion Jatidiri Semarang. Lalu saat memasuki bulan puasa yang diperkirakan pada Juni hingga lebaran, para pemanjat pelatda kembali digembleng di Bansari.

Oksigen Tipis

Guru olahraga SMPN 1 Tangen Sragen itu menambahkan, rancangan tersebut akan dibahas dalam rapat Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jateng, beberapa waktu mendatang. Kendati demikian, pihaknya tetap menginginkan sesi TC di lereng gunung guna membiasakan para atlet berkompetisi di kawasan ketinggian.

“Kadar oksigen di kawasan tinggi kan cenderung tipis. Kalau tidak dibiasakan, saat lomba akan cepat kelelahan, sehingga hasilnya tidak maksimal,” jelas Budi.

Sebelumnya, jajaran pelatih pelatda merancang TC tersebut di dua kawasan ketinggian lain. Yakni di daerah lereng Gunung Merapi-Merbabu (Boyolali) dan lereng Lawu (Karanganyar). Kebetulan di daerah Selo (lereng Merapi-Merbabu) terdapat papan panjat lead, kendati ukurannya tidak standar.

“Namun setelah kami diskusikan dan lakukan pengecekan dengan teman-teman pelatih, justru pilihannya cenderung ke daerah Bansari, Temanggung,” ungkap dia.

(Setyo Wiyono/CN39/SM Network)

Comments

comments