NPC Siapkan Rancangan APG 2015

BERSAMA PARALIMPIAN: Presiden NPC Indonesia Senny Marbun (bertopi) berpose bersama sejumlah paralimpian dan jajaran Kemenpora dalam Asian Para Games 2014 di Incheon, Korea, November lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

BERSAMA PARALIMPIAN: Presiden NPC Indonesia Senny Marbun (bertopi) berpose bersama sejumlah paralimpian dan jajaran Kemenpora dalam Asian Para Games 2014 di Incheon, Korea, November lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – National Paralympic Committee (NPC) Indonesia menyiapkan berbagai rancangan guna menghadapi ASEAN Para Games (APG) VIII/2015 di Singapura. Salah satu agenda yang akan dilaksanakan adalah memanggil para atlet potensial untuk menjalani pelatnas sebelum bersaing dalam pesta olahraga difabel se-Asia Tenggara itu.

”Awal Januari rencananya pelatnas dimulai. Tapi kepastiannya akan menjadi salah satu bahasan dalam rakernas di Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH) di Solo, Kamis (11/12) ini,” kata Humas NPC Hery ”Gogor” Isranto.

Kegiatan tahunan tersebut akan membahas program kerja otorita olahraga difabel nasional selama setahun ke depan. Selain pelatnas, rencana pembentukan dan pemberangkatan kontingen Merah-Putih untuk menghadapi APG juga bakal dibicarakan.

”Kalau pelaksanaan pelatnasnya, hampir pasti di Solo. Mungkin sekitar 250 paralimpian akan kami panggil, namun selanjutnya jumlah itu disusutkan hingga mencapai kuota yang informasinya 200 atlet,” tambah Presiden NPC Senny Marbun.

Pertahankan Juara Umum

Menurutnya, ada delapan-sepuluh cabang olahraga yang dimatangkan dalam pelatnas tersebut antara lain atletik, renang, panahan, angkat berat, bulu tangkis, tenis meja, goal ball dan catur. Namun siapa saja paralimpian yang akan dipanggil, belum ditetapkan.

”Yang jelas, kami harus bersiap mempertahankan gelar juara umum yang telah kita raih pada APG VII di Myanmar, Januari silam,” tandas Senny.

Pada edisi ke tujuh tersebut, kontingen Indonesia membawa pulang 99 medali emas, 69 perak, dan 49 perunggu. Raihan tersebut terpaut tiga keping emas dibanding runner-up Thailand (96 emas, 82 perak, 70 perunggu). Namun ancaman kembalinya dominasi tim Negeri Gajah Putih tak bisa disepelekan, mengingat negara tersebut sebelumnya telah lima kali berturut-turut merebut gelar juara umum APG.

Lebih-lebih pada persaingan di level Asia atau Asian Para Games yang digelar di Incheon, Korea, November lalu, peringkat Thailand juga lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Tim Thailand menempati urutan enam dengan 21 medali emas, 39 perak dan 47 perunggu, sedangkan Indonesia di peringkat sembilan dengan 9 emas, 11 perak dan 18 perunggu.

(Setyo Wiyono/CN39)

Comments

comments