BERLATIH: Dua petenis meja paralympian Indonesia, David Jacob (kiri) dan Komet Akbar tengah berlatih di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) APG Myanmar di GOR Dwi Bengawan, Sukoharjo, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Gading Persada)

NPC DIY Resmi Lepas dari KONI Provinsi

BERLATIH: Dua petenis meja paralympian Indonesia, David Jacob (kiri) dan Komet Akbar tengah berlatih di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) APG Myanmar di GOR Dwi Bengawan, Sukoharjo, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Gading Persada)

BERLATIH: Dua petenis meja paralympian Indonesia, David Jacob (kiri) dan Komet Akbar tengah berlatih di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) APG Myanmar di GOR Dwi Bengawan, Sukoharjo, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Gading Persada)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com – Mengikuti kebijakan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, akhirnya NPC DIY resmi keluar dari keanggotaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY.

“Surat pengunduran diri kami sudah resmi diberikan dan disampaikan ke KONI DIY langsung kepada Gusti Prabu (GBPH Prabukusumo) selaku Ketua Umum KONI DIY, akhir pekan lalu (16/5). Kami ikut kebijakan di NPC pusat,” jelas Hariyanto selaku Ketua Umum NPC DIY pada wartawan, Minggu (17/5).

Adanya pengunduran diri tersebut, maka NPC di tingkat kota dan kabupaten akan secepatnya mengikuti langkah yang diambil NPC DIY. Hal itu terlihat, ujar Haryanto, dari sudah dikirimkannya permohonan audiensi NPC Kota/Kabupaten kepada kepala daerah mereka masing-masing.

“Untuk kepengurusan NPC pasca pengunduran diri dari KONI, saat ini masih dalam proses pengkajian. Mempertimbangkan pengurus NPC saat ini nantinya akan membuat laporan pertanggungjawaban selama dibawah pembinan KONI DIY, ada kemungkinan kepengurusan juga akan mendapatkan penggantian,” papar dia.

Pasca mengajukan pengunduran diri dari keanggotaan KONI DIY, saat ini NPC tengah bersiap untuk bertemu dengan Gubernur DIY. Hal itu tak terlepas dari keinginan NPC Provinsi untuk mendapatkan dana langsung dari Pemprov DIY tanpa lewat KONI lagi.

Lebih lanjut Haryanto menjelaskan, saat ini sangat berkeinginan untuk bisa menggelar Peparda (Pekan Paralympic Daerah) yang belum pernah terealisasi. “Maka dari itu harapannya dengan berdiri sendiri dan ada bantuan langsung dari pemda, Peparda bisa digelar,” tambah dia.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Umum KONI DIY GBPH Prabukusumo mengungkapkan secara teknis pihaknya menyerahkan sepenuhnya keputusan pelepasan keanggotaan NPC dari KONI di DIY kepada pengurus organisasi tersebut. Hanya saja secara konsekuensi, jika lepas dari KONI DIY maka sudah tidak ada lagi bantuan dari KONI ke NPC termasuk dari sisi anggaran.

“Apabila NPC DIY memilih untuk berpisah, maka sepenuhnya KONI tidak bisa lagi membantu termasuk anggaran untuk kegiatan-kegiatan NPC,” sambung Gusti Prabu.

(Gading Persada/CN39/SM Network)

Comments

comments