PAMER MOBIL SPORT: Staf dari Mitsubishi memamerkan mobil sport baru New Outlander Sport di sebuah restoran Jalan Pemuda, Selasa (16/12) lalu.  (suaramerdeka.com/Fista Novianti)

New Outlander Sport Diluncurkan

PAMER MOBIL SPORT: Staf dari Mitsubishi memamerkan mobil sport baru New Outlander Sport di sebuah restoran Jalan Pemuda, Selasa (16/12) lalu.  (suaramerdeka.com/Fista Novianti)

PAMER MOBIL SPORT: Staf dari Mitsubishi memamerkan mobil sport baru New Outlander Sport di sebuah restoran Jalan Pemuda, (suaramerdeka.com/Fista Novianti)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Pasar mobil kelas menengah ke atas di wilayah Semarang semakin bergairah kendati pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu.

”Pasar mobil sport tidak terpengaruh dengan kenaikan harga BBM. Mobil jenis ini menjadi pasar terbesar karena Semarang menjadi kota bisnis yang banyak dihuni para pengusaha. Saya optimistis tren penjualan mobil akan terus meningkat tahun depan,” tutur Branch Manager PT Sun Motor Authorized Dealer Mitsubishi, Samuel Wawan saat peluncuran New Outlander Sport di Jalan Pemuda, Selasa (16/12) lalu.

Samuel menuturkan, permintaan pasar terhadap mobil sport utility vehicle (SUV) terbilang tinggi. New Outlander Sport ini siap bersaing dengan mobil SUV lainnya. Mobil SUV yang termasuk jenis mobil penumpang merupakan jenis mobil yang mulai banyak diminati.

New Mitsubishi Outlander Sport yang baru diluncurkan lahir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang menginginkan tunggangan tangguh sebuah SUV yang dipadu dengan kenyamanan sebuah sedan. Mobil ini memberikan keanggunan, kenyamanan, dan berkendara lebih menyenangkan dengan tampilan eksterior dan interior yang lebih baru.

Dikatakannya, sejak dipasarkan 2013 lalu, penjualan Outlander rata-rata mencapai 25 unit-30 unit per bulan. Setiap tahun mengalami peningkatan penjualan sekitar 25%. Sementara untuk New Outlander Sport telah terjual sebanyak 30 unit.

Kenaikan harga BBM, imbuhnya, tidak terlalu berpengaruh pada penjualan mobil sport. Sebab, kalangan premium sama sekali tidak terpengaruh dengan kebijakan tersebut. ”Kalau sudah punya uang, mereka langsung membeli. Tanpa ada pertimbangan dampak kenaikan BBM, situasi ekonomi di Indonesia dan masih banyak lagi,” kata Samuel.

Mobil sport, kata dia, masih banyak diminati meskipun kenaikan harga BBM akan membuat masyarakat beralih membeli mobil murah Low Cost Green Car (LCGC). Banyaknya Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) yang melempar produk LCGC ke pasar sepertinya tidak menyurutkan niat Mitsubishi menghadirkan mobil SUV.  Pada kegiatan gathering yang diikuti calon konsumen itu, ia menargetkan bisa SPK sebanyak 10 unit.

(Fista Novianti/CN39)

Comments

comments