24dwushu-gel

Naga Ulung Pertahankan Tradisi Emas di Kejurnas Wushu

Foto: suaramerdeka.com / Joseph Army Sandhoko

Foto: suaramerdeka.com / Joseph Army Sandhoko

SEMARANG, suaramerdeka.com – Perguruan Naga Ulung berhasil mempertahankan tradisi selalu meraih medali emas dalam setiap keikutsertaannya di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu. Pada Kejurnas Wushu Piala Rektor Unnes II 2017 yang digelar di Auditorium Unnes Sekaran Gunungpati, belum lama ini, tim Naga Ulung yang bertanding di nomor Sanda berhasil merebut tiga medali emas dari 13 atlet wushu yang diikutsertakan bertanding.

Mereka bertanding mulai dari kategori usia pra yunior hingga senior, baik putra maupun putri. Tiga emas yang diraih anak-anak asuhan Galung Subagio itu diperoleh Yosefin Elsa P untuk kelas 60 kilogram putri senior, M Subeki untuk kelas 70 kilogram putra senior, dan Galung Bayu Aji untuk kelas 75 kilogram putra senior.

Sementara untuk medali perak diraih Shallom Yesua A di kelas 45 kilogram putra yunior dan Joko Setyawan di kelas 65 kilogram putra senior, serta medali perunggu direbut oleh Alfi Syifa Nila M di kelas 48 kilogram putra senior dan Mario Isa’i M di kelas 56 kilogram putra senior.

Dari tujuh atlet yang meraih medali ini, enam di antaranya merupakan atlet Wushu Indonesia (WI) Kabupaten Kendal. Sedangkan sisanya hanya Shallom Yesua saja yang merupakan atlet wushu Kota Semarang. Keberhasilan anak-anak asuhannya ini sangat diapresiasi Kepala Pelatih Naga Ulung Galung Subagio.

“Anak-anak tampil di luar prediksi khususnya untuk para yunior. Hasil ini semoga bisa menambah pengalaman dan rasa percaya diri bagi atlet-atlet Naga Ulung yang saat ini mampu meraih prestasi, maupun yang belum,” ujarnya ditemui usai penyerahan tropi juara individu wushu Sanda di Auditorium Unnes, belum lama ini.

Ke depan Perguruan Naga Ulung akan mengikuti dua pertandingan wushu Sanda lainnya, yaitu Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Wushu di Kota Magelang pada Agustus mendatang dan Pra-Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang rencananya akan digelar pada Oktober 2017.

(Joseph Army Sandhoko / CN26)

Comments

comments