Foto: suaramerdeka.com / Joseph Army Sandhoko

Naga Ulung Perbanyak Latih Tanding

Foto: suaramerdeka.com / Joseph Army Sandhoko

Foto: suaramerdeka.com / Joseph Army Sandhoko

SEMARANG, suaramerdeka.com - Perguruan Bela Diri Naga Ulung memperbanyak latih tanding untuk mempersiapkan 13 atlet wushu nomor Sanda yang akan berlaga di Kejuaraan Nasional Wushu Terbuka bertajuk Piala Rektor Unnes II 2017. Para atlet putra maupun putri sama-sama menjajal lebih dari dua kali latih tanding dalam bentuk pertarungan, sesuai kelas yang dipertandingkan dalam kejuaraan besok.

“Latih tanding sengaja kami perbanyak agar para atlet siap bertarung, baik dari segi mental maupun teknik. Mengingat waktu pelaksanaan kejuaraan yang tinggal beberapa hari lagi di mulai,” ujar Kepala Pelatih Perguruan Naga Ulung Galung Subagio yang ditemui di sela-sela latih tanding di Sasana Naga Ulung Jatisari Mijen.

Adapun 13 atlet dari Perguruan Naga Ulung yang akan bertanding besok mulai 19-22 April di Auditorium Unnes Sekaran Gunungpati terbagi dalam tiga kategori, yaitu pra yunior, yunior, dan senior. Untuk pra yunior ada tiga atlet wushu putra perwakilan Kota Semarang pada kelas 48 kilogram ada Syalom Yesua dan Setyawan, sedangkan di kelas 52 kilogram ada Mosa Tri.

Lalu, 10 atlet wushu lainnya mewakili Kabupaten Kendal dengan komposisi dua yunior putra, tiga senior putri, dan lima senior putra. Dua yunior putra diwakili Arya Nugraha di kelas 48 kilogram dan Mario Isai di kelas 56 kilogram. Sementara di bagian senior putri ada Wulan Mustika Sari yang turun di kelas 48 kilogram, Bangkit Kartika Siwi di kelas 52 kilogram, dan Yosefin Elsa di kelas 60 kilogram.

Di bagian senior putra didominasi atlet-atlet Wushu Indonesia (WI) Kendal yang diwakili Alfi Siva di kelas 48 kilogram, Ryan Noveri di kelas 52 kilogram, Joko Setyawan di kelas 60 kilogram, M Subeki di kelas 70 kilogram, dan Galung BAK di kelas 75 kilogram.

Tim pelatih Naga Ulung tidak menargetkan muluk-muluk pada kejuaraan wushu ini. Namun Galung tetap berharap tradisi medali emas yang selalu diraih anak-anak asuhnya bisa terus dijaga.

“Minimal anak-anak tampil percaya diri dan penuh semangat saat bertanding besok, sisanya ya pengalaman bertanding yang mereka peroleh bisa meningkatkan kualitas mereka,” imbuh Galung yang juga melatih wushu di beberapa sekolah negeri dan swasta di Semarang dan Kendal ini.

(Joseph Army Sandhoko / CN26)

Comments

comments