Foto: AFP Photo

Mercedes Bantah Hamilton Minta Jaminan Jadi Pebalap Utama

Foto: AFP Photo

Foto: AFP Photo

SAKHIR, suaramerdeka.com - Mercedes menepis rumor yang menyebut jika Lewis Hamilton meminta jaminan menjadi pebalap utama seiring belum adanya kontrak baru. Bos Mercedes Toto Wolff, menegaskan kalau aspek-aspek utama dari kontrak baru itu bahkan sudah disepakati untuk beberapa waktu.

“Tidak demikian–dan ia tidak akan minta klausul tersebut karena itu bukan cara kami dan saya pikir ia menghargai bagaimana kami menangani tim dan memberikan kedua pebalap status yang sama,” kata Wolff dalam wawancara dengan Sky Sports.

Sampai sekarang, belum ada kontrak baru Mercedes dengan Lewis Hamilton sejak musim lalu, kendatipun kabarnya kontrak itu akan berisikan kesepakatan jangka panjang di antara kedua kubu. Di akhir GP Malaysia lalu Hamilton sempat menyatakan kalau kesepakatan sudah tuntas 99,6 persen. Meski sejauh ini belum juga ada pengumuman mengenai kontrak baru tersebut.

Rumor pun menyeruak jika pembahasan kontrak jadi alot karena Hamilton ingin memasukkan poin tertentu ke dalam kontrak: agar ia dijadikan prioritas atas Nico Rosberg di Mercedes, menyusul intensnya persaingan kedua pebalap pada musim lalu dan juga di awal musim ini.

“(Bahasan kontrak) Itu kini mengenai rincian. Kami sudah membahas dan menegosiasikannya untuk waktu lama. Kami sudah menyelesaikan aspek utamanya sejak dua bulan dan kini cuma ada sedikit ping-pong di antara para pengacara. Itu proses yang normal,” lanjut Wolff.

Sebelum ini Wolff sempat menyatakan harapan agar kontrak baru Hamilton bisa segera dibereskan sebelum musim dimulai. Dengan musim 2015 kini bahkan sudah akan memasuki seri keempat di akhir pekan, ia pun cuma berharap bisa sesegera mungkin menuntaskannya.

“Saya benar-benar berharap bisa segera menyelesaikannya dalam beberapa hari atau pekan ke depan, tanpa itu membuat kami terbebani karena kami semua punya hubungan bagus. Kami ingin memenangi balapan-balapan dan cuma mau menyimpan kontrak yang sudah ditandatangani itu ke dalam laci,” tutur Wolff.

(Andika Primasiwi, rtr / CN26)

Comments

comments