Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

Mental dan Pertahanan Tim Voli Putri Jateng Kurang Matang

Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com/Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com – Pertahanan di sektor belakang tim voli putri Jateng yang disiapkan menghadapi prakualifikasi PON XIV/2016, belum tangguh. Recieved dan defence para pemain yang beroperasi di lini belakang sering gagal dalam menyelamatkan maupun mengarahkan bola.

Kondisi tersebut terekam saat tim voli putri Jateng itu kalah dari skuad Mabes TNI AU dalam try out di Jakarta, pekan lalu. Pada pertarungan pertama, Selasa (11/8), skuat besutan pelatih Agus Suyanto itu kalah 2-3. Lalu dalam duel kedua melawan tim yang sama esok harinya, Rika Yuniar dkk kembali kalah 1-4.

“Selain recieved dan defence, finishing touch anak-anak terkadang kurang tajam. Akibatnya, lawan sering memanfaatkan kelemahan-kelemahan itu guna meningkatkan tekanan kepada anak-anak,” kata Agus Suyanto, Selasa (18/8).

Tak hanya itu. Mental bertanding, skuat putri yang menjalani pemusatan latihan di GOR Manahan Solo itu juga belum matang. Agus mengungkapkan, pada partai latih tanding tersebut tim racikannya beberapa kali memimpin dengan skor 24-22. Namun setelah duel sengit, justru tim putri Jateng itu kemudian posisinya berbalik menjadi kalah 24-26.

Atas kenyataan tersebut, para peboli voli putri Jateng bakal semakin ditingkatkan kemampuan dan performa diri masing. Agus tak lagi ingin ada kelemahan akibat penerapan program-program latihan yang tidak dijalankan maksimal.

“Kalau kondisi fisik anak-anak rata-rata bagus. Tapi cara bertahan dan mental bertanding mereka kurang bagus. Selama sisa waktu sebelum prakualifikasi PON, kelemahan tim segera kami benahi,” tandas dia.

Guru SMAN 1 Surakarta itu menambahkan, pembenahan dilakukan dengan lebih memperbanyak simulasi games dalam angka-angka kritis. Games akan dijalankan secara internal atau antarteman, mengingat saat ini tim voli putri Jateng belum mendapatkan calon lawan untuk try in.

“Kami sudah melakukan penjajagan dengan tim putri Blitar dan Kediri, tapi mereka tidak bersedia karena beberapa pemain pilarnya turut pemusatan latihan pra-PON Jatim,” tutur Agus.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments