LEWATI LAWAN: Pemain putri PON XIX Jateng Yuni Anggraeni (kiri) berusaha melewati adangan pemain Kaltim saat beruji coba di GOR Sahabat, Senin (25/7).(suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

Mental Bertanding Masih Lemah

LEWATI LAWAN: Pemain putri PON XIX Jateng Yuni Anggraeni (kiri) berusaha melewati adangan pemain Kaltim saat beruji coba di GOR Sahabat, Senin (25/7).(suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

LEWATI LAWAN: Pemain putri PON XIX Jateng Yuni Anggraeni (kiri) berusaha melewati adangan pemain Kaltim saat beruji coba di GOR Sahabat, Senin (25/7).(suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Mental bertanding tim basket putri PON XIX Jateng dinilai masih lemah. Hal ini terlihat saat uji coba melawan putri PON XIX Kaltim di GOR Sahabat, Senin (25/7). Meski menag telak 58-36, Yuni Anggraeni masih kerap melakukan kesalahan sendiri.

Di sisi lain, pertahanan masih kerap longgar sehingga pemain lawan leluasa memasuki paint area dan mencetak poin.

”Memang kami belum mendapat tekanan berarti dari lawan. Itu saja anak-anak masih bingung jika mendapat serangan. Akibatnya, pertahanan menjadi longgar. Poin yang dihasilkan Kaltim akibat pertahanan yang masih kurang rapat,” tutur Pelatih putri PON XIX Jateng Xaverius Wiwid usai laga.

Wiwid juga menyoroti mental bertanding pemainnya masih belum stabil. Hal itu menjadi perhatian mantan pelatih Klub Sahabat Semarang itu. Karena itu, dia akan memperbanyak uji coba dengan tim kuat.

Tim putri PON XIX Jateng akan mengikuti turnamen di Medan, Sumut. Di sana nanti, Jateng akan mendapat lawan cukup sepadan yakni tim putri PON XIX Sumut dan klub dari Malaysia.

”Kejuaraan nanti untuk meningkatkan kolktivitas tim usai mendapatkan 12 nama pemain. Di Medan nanti menjadi ujian pertama bagi tim ini sebelum ke PON,” tandas dia.

Usai turnamen di Medan, Yuni Cs akan terbang ke Malaysia menjalani uji coba dan pemusatan latiha. Selama sepekan di Negeri Jiran, menjalani latih dengan timnas putri senior dan yunior Malaysia serta klub lokal. ”Mereka akan kami evaluasi terus menerus,” tandasnya.

Diakuinya, sosok Yuni Anggraeni masih menjadi sentral permainan tim Jateng. Hal ini tak boleh terjadi dalam sebuah tim. Berkaca saat final Piala Wali Kota Surabaya lalu, saat Yuni berhasil dimatikan lawan, timnya seperti kehilangan permainan.

Karena itu, Wiwid terus menggenjot posisi <I>big man<P> atau centre yang bisa menggantikan Yuni. Di tim Jateng ada beberapa nama yang dipersiapkan seperti Chelly Marcelina dan Dyah Lestari.

(Krisnaji Satriawan/CN39/SM Network)

Comments

comments