Foto: suaramerdeka.com / dok

Menpora: PON XIX/2016 Tak Ada Masalah Berarti

Foto: suaramerdeka.com / dok

Foto: suaramerdeka.com / dok

BANDUNG, suaramerdeka.com - Menpora Imam Nachrawi menggangap tak ada persoalan serius terkait dengan pelaksanaan PON XIX/2016. Ribut-ribut yang terjadi diminta segera diakhiri.

“Sejauh ini PON lancar. Bahwa ada isu di luar bahwa PON dianggap curang dianggap kacau, lebih baik sudahi saja, ini gawe Indonesia,” jelasnya di Media Centre Utama (MCU) PON XIX Bandung, Jumat (23/9).

Dia meminta agar pelaksanaan PON lebih baik diisi dengan sorotan terhadap prestasi atlet mengingat ada pengorbanan besar yang dilakukannya dibanding sensitif menyoroti hal kecil. PB PON XIX/2016 merilis bahwa data pemecahan rekor total mencapai 46 buah, terdiri dari 32 Rekorpon dan sembilan Rekornas di renang, angkat besi empat Rekornas, dan selam mencatat lima Rekorpon dan satu rekor Asia.

Selain itu, kegaduhan yang muncul tak signifikan. Hanya tiga persen dari 340 nomor yang sudah dipertandingkan dan mencakup 10 cabor. Imam menjanjikan akan ada evaluasi menyeluruh bagi perbaikan pelaksanaan cabang multievent empat tahunan itu. Mengingat pelaksanaan PON masih berlangsung, dia berharap aturan main benar-benar dijunjung.

Ketua Umum PB PON XIX/2016, Ahmad Heryawan menyatakan bahwa persoalan ketidakpuasan dari pelaksanaan cabor tak lebih sebagai riak-riak kecil. “Itu hal biasa, segala persoalan yang muncul bisa terselesaikan dengan baik. Kita juga ada pertemuan rutin ketua kontingen selesai di sana,” jelasnya.

Wakil Ketua KONI Pusat, Soewarno menyebut bahwa munculnya sejumlah permasalahan pertandingan sebagai hal lumrah. Pihaknya berharap PON tak dianggap sebagai gudang masalah. Bahwa ada masalah, dia menilai sebagai efek dari persaingan yang terus memuncak. Karenanya persoalan tersebut sudah diingatkan ke ketua kontigen agar situasi itu bisa dikendalikan.

“Ini karena tensi tinggi setelah bisa melihat peta masing-masing. Kami harap chief de mission mampu kendalikan para atletnya karena saking semangatnya,” katanya.

(Setiady Dwi / CN26)

Comments

comments