Foto: radarpena.com

Menpora Dicurhati Mantan Atlet soal SEA Games Singapura

Foto: radarpena.com

Foto: radarpena.com

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kebijakan Singapura dalam menentukan cabang olahraga SEA Games 2015 membuat para mantan atlet Indonesia kecewa. Sebab, tuan rumah menentukan nomor-nomor yang akan dipertandingkan sesuai kemauan dan menguntungkan mereka.

Saking kecewanya, sejumlah mantan atlet ini harus curhat kepada Menpora Imam Nahrawi. Para mantan atlet yang pernah berprestasi di ajang internasional itu adalah Taufik Hidayat (bulu tangkis), Anton Suseno (tenis meja), Lukman Niode (renang) dan Krisna Bayu (Judo).

Menurut Anton Suseno, pihaknya menyayangkan Singapura karena memilih cabang unggulan mereka untuk diperlombakan. Mayoritas dari 34 cabang di SEA Games 2015, lanjut dia, berpeluang jadi lumbung medali untuk tuan rumah.

“Tuan rumah Singapura ingin menjadi juara umum dengan menghalalkan segala cara, misalnya membuat berbagai peraturan di semua cabang olahraga yang hanya menguntungkan mereka,” ujar Anton usai menemui Menpora di Gedung Kemenpora, Jakarta, Senin (26/1).

Dia mencontohkan, untuk cabang tenis meja, Singapura membuat peraturan yang memungkinkan tujuh medali emas diraih mereka melaui pemain naturalisasi asal Tiongkok. Dengan kebijakan seperti itu, maka peluang Indonesia meraih medali cukup tipis.

“Kalau Indonesia memiliki tim negosiasi yang andal, mustahil Singapura bisa mengatur seperti itu. Karena kalau Indonesia bisa merangkul negara lain, Singapura tak bisa berbuat sewenang-wenang. Tapi pada kenyataannya, Indonesia kalah dalam hal negosiasi,” ungkapnya.

Menpora Imam Nahrawi yang dicurhati persoalan tersebut hanya pasrah. Sebab, waktu pelaksanaan ajang dua tahunan itu tinggal lima bulan. Justru, Imam meminta semua elemen fokus pada Asian Games 2018. “Untuk SEA Games 2015, kita jalani saja, karena waktunya mepet. Sebaiknya kita memfokuskan diri pada Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Indonesia,” katanya.

Pihaknya berharap para mantan atlet seperti Anton Suseno dkk tersebut bisa menjadi motivator bagi para atlet yunior. Dengan demikian, mereka bisa bersemangat selama latihan untuk meraih prestasi di ajang internasional.

“Mimpi saya, atlet Indonesia nantinya sebanyak mungkin bisa tampil di Olimpiade. Oleh karena itu, saya berharap bantuan dari para mantan atlet seperti kalian untuk menjadi motivator para atlet junior,” tandasnya.

(Arif M Iqbal / CN26)

Comments

comments