Foto: http://banyuwangikab.go.id

Menpar dan Bupati Banyuwangi Launching Tour de Banyuwangi-Ijen 2016

Foto: http://banyuwangikab.go.id

Foto: http://banyuwangikab.go.id

JAKARTA, suaramerdeka.com – Menpar Arief Yahya (2013) dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melaunching balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 11-14 Mei 2016 di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jalan Merdeka Barat Jakarta.

Atmosfer acara launching  itu istimewa, rapi, serius, dan berkualitas serta bertujuan menaikkan value event balap sepeda ITdBI, di tahun kelima.

Arief Yahya pun mengumumkan menambah 100 persen total prize money-nya. “Saya sudah tanya, berapa total hadiah ITdBI? Jawabannya Rp 700 juta, atau kurang dari USD 100 ribu. Maka kami naikkan double, menjadi Rp 1,5 Miliar. Sport event itu hadiah sangat mempengaruhi kualitas atlet yang berkompetisi,” ucap Arief Yahya.

ITdBI 2016 ini diikuti 27 negara, salah satunya bernama Peter Pouly yang dua tahun berturut-turut memenangi tanjakan maut Ijen. Sampai-samapi dia punya anak dinamai Pouly Ijen,” ungkapnya.

Tour de Banyuwangi Ijen ini sendiri levelnya 2.2 race setara dengan Tour de Singkarak yang sudah lebih lama eksis. “Khusus ITdBI promosi pariwisatanya dikemas dalam tema besar sport, culture and tourism. TdBI sudah mendapatkan peringkat ”excellent” dari federasi balap sepeda dunia, UCI. Levelnya sudah 2,2 race, sama dengan Tour de Singkarak dan Tour de Indonesia,” tambah Azwar Anas.

Dengan jumlah hadiah yang besar, level kejuaraan yang tinggi, ITdBI pun mulai banyak dilirik peserta dan tim papan atas Asia. Untuk 2016, ada 20 tim luar negeri dari 29 negara yang bakal ambil bagian

Seperti balap sepeda selalu punya sensasi, Tour De Banyuwangi Ijen juga memiliki “Jalur Neraka” sebagai arena uji nyali dan ketangguhan pembalap. Di salah satu etape, akan disiapkan jarak tempuh 171,3 kilometer yang harus dijelajahi di ketinggian 1.875 meter di atas permukaan laut.

Lokasinya tepat di punggung Gunung Ijen dengan tanjakan yang mencapai 45 derajat. Selain tanjakan, etape paling panjang ini juga menghadirkan kelokan tajam.

(Andika Primasiwi / CN26)

Comments

comments