Foto: Getty Images

Menangi MotoGP Aragon, Lorenzo Lega

Foto: Getty Images

Foto: Getty Images

ARAGON, suaramerdeka.com – Jorge Lorenzo mengaku lega usai berhasil memenangi MotoGP Aragon karena kian mempermudah upayanya mengejar Valentino Rossi dalam perburuan gelar juara dunia.

“Balapan yang sangat penting hari ini dan pada hari Kamis kemarin saya berpikir jika saya kehilangan lebih poin lagi di bapan ini, maka nyaris tidak mungkin menjadi juara dunia,” tutur Lorenzo seperti dikutip Crash.

Sebelum balapan di Aragon, selisih poin Lorenzo dengan Rossi di puncak klasemen masih 23 poin. Maka dari itu, mau tak mau dia harus memenangi semua balapan yang menyisakan lima seri lagi.

Dia pun sukses mencatatkan hasil bagus di Aragon usai mendominasi balapan dari awal hingga akhir untuk meraih kemenangan keenamnya musim ini. Sementara, Rossi harus puas finis ketiga di belakang Dani Pedrosa.

Tambahan 25 poin itu membuat selisih poin Lorenzo dengan Rossi dipangkas menjadi hanya 14 poin. Sebuah kemenangan yang begitu penting untuk pebalap 28 tahun itu mengingat dia sempat kehilangan momentum di dua balapan terakhirnya.

“Saya tidak bisa santai sama sekali selama balapan dan saya harus tetap fokus serta membalap dengan sempurna untuk menjaga ritme, ini adalah kemenangan yang sangat penting dan sangat emosional karena saya melakukan kesalahan di dua balapan terakhir plus nasib buruk dengan cuaca,” sambungnya.

Baik di Inggris Raya maupun San Marino, Lorenzo gagal naik podium. Bahkan dia pulang dari Misano dengan tidak membawa poin setelah terjatuh di tengah balapan, meski sebelumnya sempat berada di puncak meski punya jumlah poin yang sama.

Kini Lorenzo berharap besar kemenangan di Aragon ini dapat jadi titik balik bagi dirinya untuk menyalip Rossi di “balapan” menuju trofi juara dunia.

“Dengan kemenangan ini saya bisa sedikit melupakan dua balapan tersebut dan menatap ke depan dengan tetap mempertahankan performa kami saat ini.”

Balapan MotoGP musim ini sendiri tinggal menyisakan seri Jepang, Australia, Malaysia, dan Valencia.

(Andika Primasiwi, rtr / CN26)

Comments

comments