Foto: Crash.net

Marquez Tak Terlalu kecewa Meski Gagal Juara di Mugello

Foto: Crash.net

Foto: Crash.net

MUGELLO, suaramerdeka.com - Marc Marquez bisa menerima kenyataan gagal juara di GP Italia usai dilewati Jorge Lorenzo menjelang garis finis. Hasil ini bisa diterima Marquez karena dia selalu kesulitan di Mugello.

“Saya sudah menampilkan balapan yang sangat bagus karena ini adalah salah satu sirkuit di mana selalu menyulitkan saya. Saya senang karena kami finis kedua dan benar-benar dekat dengan kemenangan. Kami melakukan putaran terakhir yang bagus dan sejujurnya saya sempat melupakan soal kejuaraan dan mengatakan ‘ayo serang’,” ujarnya dikutip Crash.

Dalam balapan itu, Marquez sebenarnya di ambang juara setelah mampu melewati Lorenzo di lap terakhir. Bahkan sampai tikungan terakhir, Marquez masih dalam posisi memimpin dan kemenangan sudah ada di depan mata.  Namun, akselerasi RC213V miliknya yang buruk membuat Lorenzo pada akhirnya kembali menyalipnya di trek lurus sesaat sebelum finis. Akhirnya Marquez pun harus puas dengan posisi runner-up.

“Sepanjang balapan saya ada di jalur slipstream-nya dan tidak pernah benar-benar menyalipnya. Saya bisa melewatinya di putaran terakhir karena dia melakukan kesalahan dengan gir pada tikungan pertama,” ujar Marquez.

Marquez mengaku, finis kedua bagaimanapun sudah bagus mengingat di sebagian besar jalannya balapan dia kesulitan menjaga kecepatan dengan para pebalap di depan. Sejak putaran kelima di mana Marquez berhasil menempati posisi tiga, dia cukup kesulitan mendekati duo Yamaha Lorenzo dan Valentino Rossi yang bersaing ketat.

Terlepas dari itu, Marquez memang mengakui kesulitan melewati Lorenzo hingga sang rival melakukan kesalahan. Oleh karenanya, tambahan 20 poin disebutnya sudah jadi hasil yang bagus. Ini membuat jarak dengan Lorenzo di puncak klasemen kejuaraan terjaga, di mana hanya tertinggal 10 poin.

“Tapi saya sudah mencoba untuk berada di depan dan saya rasa itu adalah pertunjukan bagus untuk semua penggemar. Kami ada di posisi bagus di kejuaraan dan 10 poin itu bukan selisih yang besar. Tentu saja saya maunya finis terdepan, tapi kami bersaing di depan sana,” demikian dia.

(Andika Primasiwi, rtr / CN26)

Comments

comments