Foto: AFP Photo

Marquez Tak Sesali Keputusannya Memilih Ban

Foto: AFP Photo

Foto: AFP Photo

SANTIAGO DEL ESTERO, suaramerdeka.com – Kegagalan di GP Argentina rupanya tak membuat Marc Marquez menyesali keputusannya dalam memilih ban. Dengan suhu lintasan mencapai 37 derajat celcius di awal balapan, Marquez memilih untuk memakai compound ban keras di bagian belakang motornya.

“Itu menarik, karena pilihan ban kami berbeda dengan yang dipilih Rossi dan saya merasa kami tidak sekompetitif yang menggunakan compound lebih keras. Strateginya berhasil untuk kami – itu hal yang sangat disayangkan apa yang terjadi pada dua lap terakhir,” sahut Marquez di situs resmi MotoGP.

Dengan ban itu, Marquez bisa langsung melesat sesaat setelah start kendati sempat disalip oleh Cruthlow di tikungan pertam. Marquez kemudian meninggalkan lawan-lawannya dan di empat lap pertama dia sudah unggul empat detik di posisi terdepan.

Tapi keunggulan Marquez cuma di separuh balapan. Saat Rossi perlahan mulai menanjak ke posisi atas, rider asal Spanyol itu tidak mampu menjaga lajunya. Pada akhirnya, keunggulan Marquez terpangkas jauh seirng grip ban yang sudah jauh berkurang.

Tiga lap sebelum finis Rossi sudah membayangi Marquez dan saat terlihat memaksakan diri dengan terus menempel Rossi, ban depan Marquez yang menyenggol ban belakang Rossi menjadi penyebab petaka untuk sang juara dunia. Dia terlempar dari tunggangannya dan gagal kembali ke lintasan.

“Saat saya melihat dia (Rossi) mendekat, saya memutuskan sedikit menjaga ban supaya tetap awet. Di lap-lap terakhir ketika jaraknya 1,39 detik saya mengecek apakah bannya dalam kondisi oke dan saya tahu kalau kami akan bertarung sampai akhir. Saat dia membalap saya, kami bertarung di beberapa tikungan dan sayangnya kami bersenggolan dan saya terjatuh,” lanjut Marquez.

Kegagalan dapat poin di Argentina membuat Marquez kini duduk di posisi lima klasemen pebalap dengan poin 36, terpaut 30 poin dari Rossi yang berada di posisi teratas. Andrea Dovizioso (60) menenpati posisi dua, diikuti Andrea Iannone (40) dan Jorge Lorenzo (37).

(Andika Primasiwi, rtr / CN26)

Comments

comments