Foto: AP Photo

Marchionne Jadi Penentu Masa Depan Kimi Raikkonen

Foto: AP Photo

Foto: AP Photo

MARANELLO, suaramerdeka.com – Presiden Ferrari, Sergio Marchionne diklaim menjadi penentu masa depan Kimi Raikkonen, kendati hal itu tidak akan diputuskan terburu-buru dalam waktu dekat.

“Pertanyaannya bukan soal hari ini atau kemarin… tentu saja Anda punya tenggat waktu dan saya takkan mengatakan kapan tenggat waktunya, tetapi keputusan kami akan ditentukan oleh pandangan secara keseluruhan,” kata prinsipal tim Ferrari Maurizio Arrivabene Arrivabene di Crash.net.

Musim ini, laju Ferrari bisa dikatakan membaik dibandingkan tahun lalu. Namun begitu, penampilan berbeda disuguhkan kedua pebalapnya, Kimi Raikkonen dan Sebastian Vettel. Dari segi penampilan, Raikkonen kalah konsisten dibandingkan dengan Vettel, sehingga memberi tekanan tersendiri padanya.

“Saya membicarakan soal performa yang berarti pendekatan secara keseluruhan, bagaimana ia berinteraksi dan bekerja dengan para teknisi, bagaimana caranya mendapat poin, bagaimana cara ia membawakan diri, hasilnya–banyak hal dan sekarang masih terlalu dini untuk membicarakan atau memutuskan sesuatu,” kata dia.

Sampai dengan delapan balapan Raikkonen menempati posisi empat papan klasemen pebalap dengan tertinggal 48 poin dari Vettel yang satu posisi lebih baik dari dirinya.

Vettel sudah lima kali naik podium, di antaranya satu kemenangan, sedangkan capaian terbaik Raikkonen adalah satu kali finis kedua. Fakta-fakta ini membuat Raikkonen dipertanyakan apa bakal bertahan di Ferrari musim depan.

“Kami bahkan belum sampai ke pertengahan musim. Cobalah berada dalam posisi saya dan kemudian, misalnya, menghampiri Kimi untuk mengatakan ia keluar atau bertahan, atau apa saja. Saya ingin para pebalap terus berkonsentrasi dan memberi hasil maksimal,” tuturnya.

Arrivabene kemudian menambahkan bahwa walaupun pendapatnya akan dipertimbangkan, keputusan akhir dalam konteks ini akan tetap berada di tangan Marchionne.

“Saya akan memberikan pendapat saya dan kemudian kami harus bicara kepada presiden untuk membuat keputusan akhir. Di dunia kerja pada umumnya, cara kerjanya seperti itu. Jika Anda jadi presidennya, Anda bisa melakukan apa saja. Jika tidak Anda harus memberitahu keputusan Anda untuk mendapatkan persetujuan,” ucap Arrivabene.

(Andika Primasiwi, rtr / CN26)

Comments

comments