Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Malaysia, Vietnam dan Thailand Diwaspadai

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com - Para pesilat dari Malaysia, Vietnam dan Thailand diwaspadai tim tuan rumah Indonesia pada Kejuaraan Dunia dan Festival Internasional Pencak Silat di Bali, Sabtu-Kamis (3-8/12).

Atlet-atlet dari tiga kontingen tersebut, diperhitungkan sebagai rival terberat skuat Merah-Putih dalam pertarungan di GOR Lila Buana Denpasar itu.

“Pengembangan pencak silat di tiga negara itu memang cukup pesat. Mereka juga memiliki atlet-atlet cukup bagus, sehingga bakal memanaskan persaingan perebutan gelar juara,” kata pelatih tim pelatnas pencak silat Indonesia, Rony Syaifullah, Jumat (2/12).

Sekitar 40 negara mengirimkan pesilatnya dalam kejuaraan dunia tersebut. Para peserta tersebut baru berdatangan ke Bali dalam satu dua hari ini. Selanjutnya, mereka melakukan regristrasi ulang ke panitia dan bersiap diri menghadapi pertarungan selama sepekan itu.

“Total pesilat yang diperhitungkan bersaing dalam kejuaraan dunia dan festival internasional ini mencapai sekitar 400 orang. Jadi sudah pasti pertarungan bakal berlangsung sengit,” tambah Rony.

Sebagai tuan rumah, tim silat Indonesia menurunkan 30 atlet di ajang tersebut. Mereka yang terinci atas 17 pesilat putra dan 13 putra itu akan bersaing di kategori tanding dan seni (tunggal-ganda-regu/TGR).

Skuat Merah-Putih bertekad mempertahankan gelar juara umum yang diraih dalam kejuaraan dunia di Thailand, 2015. Waktu itu, sembilan medali emas dibawa pulang ke Tanah Air.

“Target kami pada ajang ini, mempertahankan juara umum atau bisa merebut kembali minimal sembilan medali emas, syukur-syukur bisa lebih,” tandas Rony.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments