LATIHAN INTENSIF: Tim voli putri Jateng tengah berlastih intensif di GOR Jatidiri, beberapa waktu lalu. Timputri Jateng percaya diri tatap Popnas.(suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

Makin Percaya Diri Tatap Popnas

LATIHAN INTENSIF: Tim voli putri Jateng tengah berlastih intensif di GOR Jatidiri, beberapa waktu lalu. Timputri Jateng percaya diri tatap Popnas.(suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

LATIHAN INTENSIF: Tim voli putri Jateng tengah berlastih intensif di GOR Jatidiri, beberapa waktu lalu. Timputri Jateng percaya diri tatap Popnas.(suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Tim bola voli putri Jateng makin percaya diri menatap Pekan Olahraga Nasional (Popnas) 2015 yang akan berlangsung di Jabar, 8-18 September mendatang.

Persiapan terus dilakukan oleh tim besutan Sutarno tersebut. Dalam beberapa latihan terakhir, menunjukkan perkembangan yang cukup siginifikan.

“Secara materi tim ini berisi pemain-pemian muda yang dulu tampil di Popwil Bali 2014 lalu. Hanya ada tiga pemain yang diganti karema memang sudah lulus SMA. Hanya butuh penyatuan visi bermain saja dalam pemusatan latihan sekarang ini,” tutur sang arsitek Sutarno, Minggu (30/8).

Hanya saja, tim asuhannya itu masih membutuhkan sosok jenderal lapangan untuk memimpin. Sehingga saat tertekan ada yang membangkitkan semangat pemain lainnya. Mantan pelatih tim Popda Banjarnegara itu menilai, ada beberapa penggawanya yang bisa dijadikan sosok tersebut.

Di sisa waktu yang ada ini, Sutarno lebih menekankan pematangan teknik dan strategi bermain. Menurutnya, persaingan di Tanah Sunda nanti jauh lebih berat karena berisi tim-tim juara masing-masing Popwil. Kendati demikian, dia menilai peluang tim asuhannya itu sangat terbuka untuk menyumbang emas.

Kepercayaan diri juga ditunjukkan oleh tim putra Popnas Jateng. Meski kalah dalam uji coba terakhir melawan tim Pra-PON Jateng 0-3 (23-25, 24-26, 21-25), menunjukkan grafik peningkatan. Mereka mampu mengimbangi tim yang lebih senior tersebut. Karena itu, pematangan teknik juga dilakukan tim putra.

“Kami tidak melihat hasil akhir saat uji coba melawan tim Pra-PON XIX. Dilihat dari tipisnya skor tiap setnya, anak anak mampu mengimbangi senior mereka. Permainan mereka makin berkembang,” tutur Kabid Keolahragaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Jateng Efendi Hari MC.

Sementara itu, seluruh atlet Popnas Jateng menjalani program character building doi Akademi Kepolisian (Akpol), Sabtu (29/8) lalu. Tujuannya agar atlet memiliki karakter yang kuat dan pantang menyerah.

(Krisnaji Satriawan/CN39/SM Network)

Comments

comments