Foto: AP Photo

Main Lepas Jadi Kunci Kemenangan Hendra/Ahsan

Foto: AP Photo

Foto: AP Photo

INCHEON, suaramerdeka. com - Pasangan ganda putra bulu tangkis Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan meluapkan kegembiraan usai merebut medali emas kedua bagi kontingen Merah Putih. Menurut Ahsan, pihaknya memang bertekad untuk meraih emas sejak sebelum berangkat ke Asian Games. Kesempatan harus dimanfaatkan mengingat saat ini merupakan masa-masa kejayaan mereka.

“Ini event empat tahun sekali. Saya tidak mau menunggu empat tahun lagi, jadi saya berjuang habis-habisan untuk memenangkan medali emas Asian Games kali ini. Di pertandingan final, kami tampil lepas, all out saja,” kata Ahsan usai pertandingan.

Hendra menambahkan, suksesnya meraih emas tersebut berkat dukungan dari berbagai pihak, seperti pelatih, rekan-rekan dan tentunya juga keluarga. “Kami sangat bersyukur atas kemenangan ini dan bisa mempersembahkan medali emas kedua untuk Indonesia. Terima kasih kepada pelatih kami, Herry IP dan Aryono Miranat, serta semua rekan-rekan di tim ganda putra yang telah membantu kami di latihan,” jelasnya.

Seperti sudah diperkirakan, pertarungan Hendra/Ahsan melawan Lee/Yoo berlangsung sengit dan sangat menegangkan. Seperti diungkapkan Hendra, ia dan Ahsan sudah belajar dari kekalahan-kekalahan sebelumnya, di mana mereka mesti bermain ekstra sabar menghadapi pasangan Korea ini. Sebab, Lee/Yoo memang terkenal sangat jarang membuat kesalahan.

Hendra/Ahsan terlihat menerapkan hal ini dan begitu mengatur tempo permainan, tak hanya mengandalkan serangan kencang dan cepat khas permainan ganda putra. Reli-reli yang diterapkan Hendra/Ahsan ternyata berhasil menjebak Lee/Yoo yang akhirnya membuat kesalahan sendiri hingga memenangi rubber game dengan skor 21-16, 16-21 dan 21-17. Sebagai tuan rumah dan satu-satunya wakil Korea yang tersisa di final, tentunya membuat Lee/Yoo juga berada di bawah tekanan.

“Lee/Yoo main di kandang, head to head lebih unggul, pasti ada pressure. Hendra/Ahsan lebih bisa menguasai kedaaan dan bisa menjalankan strategi dengan baik. Melawan Lee/Yoo kuncinya harus sabar, bukan berarti tidak menyerang, tapi iramanya diatur dan pintar mencari kesempatan. Kalau mereka siap dan kita serang, sulit ditembus,” ujar pelatih Herry Iman Pierngadi.

(Arif M Iqbal / CN26)

Comments

comments