Foto: Getty Images

Lorenzo Ungkap Tiga Faktor Penghambatnya Musim Ini

Foto: Getty Images

Foto: Getty Images

ARAGON, suaramerdeka. com – Jorge Lorenzo mengungkapkan ada tiga hal yang menghambatnya kenapa dirinya belum juga meraih kemenangan usai menuntaskan 13 balapan. Ketiga faktor itu adalah fisik yang tidak oke di awal musim, motor yang kurang memuaskan, dan ban yang buruk.

“Masalah dengan ban keras yang kami alami adalah kami harus mendapatkan kecepatan yang baik saat menikung sebagai kompensasi atas ketidakberuntungan yang kami dapat saat berakselerasi, saat berada di top speed atau ketika memasuki tikungan. Dan kami menderita jika tidak bisa memanfaatkan keuntungan ketika melewati tikungan,” ungkap Lorenzo dalam wawancaranya dengan MotoGP.com.

Kondisi bertolak belakang memang dialami Marc Marquez musim ini dibandingkan musim lalu. Hingga 13 balapan terlewati dia sama sekali belum pernah naik podium tertinggi, penampilan terbaiknya adalah di Italia, Indianapolis, Republik Ceko, Inggris dan San Marino saat berhasil finis di posisi kedua.

Performa Lorenzo dalam setidaknya dua bulan terakhir sejatinya sudah membaik, termasuk pada empat balapan terakhir di mana dia selalu jadi runner up. Di awal musim Lorenzo menjalani periode yang sangat sulit karena dia cuma bisa dapat 22 poin dari tiga seri perdana.

“Ditambah lagi, kondisi fisik saya di awal tahun sangat buruk karena tiga operasi yang saya jalani sepanjang musim dingin dan kurangnya latihan pramusim. Saya memulai latihan terlambat. Di atas itu semua, motornya sangat tidak stabil terkait perubahan yang dilakukan terkait pengurangan satu liter bahan bakar. Kombinasi ketiga hal itu membuat saya yang musim lalu pemenang balapan menjadi tertinggal satu detik di banyak sesi latihan bebas, meraih hasil buruk dan membuat banyak kesalahan. Semuanya menjadi buruk, tiga hal tersebut membentuk siklus yang mempengaruhi penampilan kami,” paparnnya.

Dengan tinggal ada lima balapan tersisa di musim ini, Lorenzo pede dirinya akan bisa meraih kemenangan. Hasil buruk yang sudah diraih disebutnya hanya sementara saja dan merupakan bagian dari nasib buruk.

“Saya tidak pernah meragukan potensi saya atau tim ini. Saya tahu masalah yang saya alami datang dari kombinasi beberapa kodisi buruk, tapi itu tidak membuat kami mendadak jadi pecundang atau membuat kami tidak bisa melakukan pekerjaan kami. Ini sementara karena masalah-masalah yang terkait profesional dan personal, yang tercampur dengan nasib buruk, plus masalah pada motor, kendala di ban, kesalahan yang saya buat, karena kami tidak merencanakan dengan baik pramusim, karena fisik yang kurang oke. Semuanya menjadi satu menjadikan sebuah periode yang buruk,” paparnya.

(Andika Primasiwi, rtr / CN26)

Comments

comments