Foto: Crash.net

Lorenzo Bersyukur Bisa Finis di Posisi 10

Foto: Crash.net

Foto: Crash.net

ASSEN, suaramerdeka.com – Jorge Lorenzo mengaku, sempat berpikir mundur dari balapan MotoGP Belanda, seiring cuaca buruk yang melanda. Pada akhirnya, dirinya tetap kembali melaju dan bisa finis posisi ke-10, sesuatu yang disyukurinya.

“Pada balapan pertama, saya berada di posisi ke-19 dan merupakan pebalap terakhir, saya bahkan berpikir untuk mundur karena kondisi lintasan sangat-sangat buruk, tapi saya tetap membalap dan mereka pun menghentikan balapan,” papar Lorenzo di Crash.

Lorenzo sendiri menjalani periode kurang menyenangkan di Assen setelah tak bisa tampil maksimal sama sekali sejak hari pertama latihan bebas. Raihannya hanya finis posisi keenam di sesi pertama, lalu kelima di sesi kedua, dan mengakhiri sesi latihan bebas di posisi ke-10.

Performa buruk itu berlanjut di sesi kualifikasi yang membuat dia hanya finis posisi ke-11 di sesi kualifikasi, 2,651 detik di belakang pebalap Ducati Andrea Dovizioso yang meraih pole. Di awal balapan, Lorenzo sebenarnya mampu merangsek hingga posisi kelima sebelum hujan yang mulai turun membuat kekuatan motor tunggangan Lorenzo berkurang. Pelan pelan dia mulai dilewati pebalap lain sebelum berada di posisi ke-19.

“Kami memulai lagi balapan dengan lintasan yang mulai mengering dan ban depan soft, dan meski saya adalah pebalap paling terakhir namun banyak pebalap yang terjatuh, saya lebih pede ketimbang balapan pertama,” sambungnya.

Untungnya balapan dihentikan karena sirkuit tak memadai untuk dipakai balapan dan ketika hujan reda, Lorenzo tetap ikut balapan yang akhirnya diselesaikan di posisi ke-10. Meski hanya meraih enam poin tambahan, juara dunia asal Spanyol itu tetap bersyukur bisa finis jika melihat jalannya balapan.

“Jika mereka tidak membatalkan balapan itu maka ini bisa jadi balapan terburuk dalam karier saya. Balapan ini dan balapan di musim 2014 hampir-hampir mirip. Dua balapan yang sangat buruk, saya tidak tahu mana yang terburuk,” tuntas Lorenzo soal kenangan buruk crash-nya di Assen dua tahun lalu.

(Andika Primasiwi, rtr / CN26)

Comments

comments