Foto: speedweek.com

Lorenzo Belum Patah Arang untuk Kejar Marquez

Foto: speedweek.com

Foto: speedweek.com

ASSEN, suaramerdeka.com - Jorge Lorenzo mengaku tak khawatir selisih poinnya Marc Marquez di puncak klasemen kian melebar seiring hasil buruk di MotoGP Belanda. Menurutnya, musim masih panjang dan segala sesuatu bisa terjadi.

“Segalanya bisa lebih buruk untuk saya. Menjadi yang tercepat, seperti Rossi, lalu crash dan tak dapat poin. Saya salah satu yang paling lambat tapi setidaknya saya mendapat enam poin saat ini,” ujar Lorenzo di Crash.

Di MotoGP Belanda, Lorenzo sudah mendapat hasil buruk sedari sesi latihan bebas, dan hanya finis ke-11 di sesi kualifikasi hari Sabtu lalu. Saat balapan, Lorenzo sebenarnya mampu merangsek ke depan di awal-awal sayang, ketika hujan mulai turun membasahi lintasan sirkuit Assen, motor Yamaha miliknya mulai kehilangan power dan perlahan-lahan turun hingga posisi paling buncit.

Untung bagi Lorenzo karena balapan dihentikan dan begitu diulang lagi, Lorenzo mampu finis di posisi 10 dan meraih enam poin. Performa buruk tersebut membuat Lorenzo mau tak mau makin tertinggal dari rivalnya di Repsol Honda, Marquez, yang berhasil menambah 20 poin usai finis posisi kedua.

Saat ini Marquez memimpin balapan dengan 145 poin dari delapan seri, unggul 24 poin dari Lorenzo dengan 121 poin, Hasil buruk dalam dua balapan terakhir, setelah out di balapan Catalunya dua pekan lalu.

“Itu lebih baik dari Rossi finis posisi ketiga dan saya bisa memangkas sedikit jarak dengan pemuncak klasemen, bahkan jika Marc Marquez posisi kedua. Sebelum Le Mans, saya tertinggal 20 poin. Kini saya tertinggal 24 poin. Dua balapan terakhir sangatlah buruk. Di Montmelo, saya kehilangan sembilan atau 10 poin karena seharusnya saya harusnya finis enam atau tujuh. Di sini saya mendapat enam poin, di mana itu sangat penting untuk persaingan gelar juara,” sambungnya.

Terkait perburuan gelar juara, Lorenzo belum patah arang karena masih ada 10 seri tersisa dan peluangnya masih terbuka lebar untuk mengejar Marquez. “Contohnya di 2013, saya gagal juara karena selisih empat poin. Anda harus berpikir positif dan kita lihat jika turun hujan lagi ke depannya, saya merasa lebih baik dengan soft tyre. Jika tidak, maka saya harus mengubah total gaya membalap saya,” tutupnya.

(Andika Primasiwi, rtr / CN26)

Comments

comments