Foto: AP Photo

Lewis Hamilton Disebut Bakal Jadi Pebalap F1 dengan Gaji Tertinggi

Foto: AP Photo

Foto: AP Photo

LONDON, suaramerdeka.com - Lewis Hamilton dikabarkan bakal menjadi pebalap Formula 1 dengan gaji terbesar, seiring dengan kesepakatan baru yang bakal ditawarkan oleh Mercedes. Saat ini, Hamilton memang belum menandatangani kontrak baru dengan Mercedes.

“Kami bertekad mempertahankan Lewis. Itu akan terjadi. Dan saya tak risau mengenai penundaan karena kedua kubu sama-sama ingin lanjut. Tapi kami tak buru-buru,” kata kata Bos Mercerdes yang juga mantan juara dunia F1, Niki Lauda.

Musim lalu, Hamilton menyudahi musim 2014 dengan predikat juara dunia F1 yang kedua kalinya setelah memenangi duel sengit dengan rekan satu timnya sendiri, Nico Rosberg. Kontrak lama Hamilton sendiri akan berakhir pada 2015, di mana pebalap Inggris berusia 30 tahun itu belum menandatangani kontrak baru.

Di pertengahan musim lalu, pembicaraan seputar kontrak baru memang sengaja ditunda agar Hamilton bisa berkonsentrasi sepenuhnya pada persaingan di atas lintasan. Menyongsong musim baru, pembicaraan kontrak pun konon kembali dilanjutkan.

Dengan kemampuan dan statusnya saat ini, Mercedes pun disebut-sebut tidak mau kehilangan Hamilton terlebih, Lauda sebagai bos Mercedes dikenal sebagai penyuka gaya Hamilton. Dia juga sudah menuturkan optimisme untuk bisa mempertahankannya.

Optimisme sudah dilontarkan, dengan kabar teranyar menyebut bahwa itu tidak lepas dari iming-iming gaji besar buat Hamilton. Daily Star mengabarkan, Mercedes siap menggaji Hamilton dengan besaran 25 juta poundsterling per tahun (Rp 480 miliar).

Jika hal itu terealisasi, Hamilton akan menjadi pebalap F1 dengan gaji tertinggi melampaui Fernando Alonso, Kimi Raikkonen, dan Sebastian Vettel yang pada tahun 2014 lalu digaji 22 juta euro (Rp 329 miliar) oleh timnya masing-masing. Pada saat itu sendiri Hamilton digaji 20 juta euro (Rp 300 miliar) oleh Mercedes.

Apapun, Hamilton terang-terangan juga sudah menyatakan hasratnya bertahan dengan Mercedes yang sudah memberinya gelar juara dunia keduanya setelah yang pertama ia raih bersama McLaren pada 2008 lalu. “Tak semua orang bisa bekerja sama dengan tim sehebat ini. Mereka membantuku mencapai impian dengan sebuah mobil hebat yang dominan,” tuturnya.

(Andika Primasiwi, rtr, / CN26)

Comments

comments