BERTARUNG: Tiga petinju Sasana Muay Thai Rambo Semarang (dari kiri) Khoirul Huda, Wahyu Tri Wijaya dan Didik Hartono siap bertarung di kick boxing Lindu Aji Championship XI 2015, di Semarang 26 Desember. (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

Lama Gantung Sarung Tinju, Didik Kembali Bertarung

BERTARUNG: Tiga petinju Sasana Muay Thai Rambo Semarang (dari kiri) Khoirul Huda, Wahyu Tri Wijaya dan Didik Hartono siap bertarung di kick boxing Lindu Aji Championship XI 2015, di Semarang 26 Desember. (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

BERTARUNG: Tiga petinju Sasana Muay Thai Rambo Semarang (dari kiri) Khoirul Huda, Wahyu Tri Wijaya dan Didik Hartono siap bertarung di kick boxing Lindu Aji Championship XI 2015, di Semarang 26 Desember. (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Lama gantung sarung tinju, tak membuat adrenalin Didik Hartono untuk bertarung hilang. Mantan petinju Jateng itu, memutuskan tampil di kejuaraan kick boxing Lindu Aji Championship XI 2015, yang akan diselenggarakan di Semarang 26 Desember.

Didik yang kini berusia 49 tahun, akan turun di kelas 67 kg. Dari informasi yang dia dapatkan, lawannya merupakan petarung dari Tasikmalaya berumur 39 tahun. Meski demikian, Didik yang pernah menyumbang emas tinju Jateng pada PON XII/Jakarta 1989 tak ciut nyali.

“Persiapan intensif sudah saya lakukan sejak enam bulan lalu. Beberapa waktu lalu, saya bersiap tampil di sebuah kejuaraan namun batal. Kini hasil latihan kami pusatkan pada penampilan di kejuaraan Lindu Aji Championship,” ujar pria yang juga Ketua Sasana Muay Thai Rambo Semarang itu.

Didik yang merupakan mantan petinju, gantung sarung tinju pada 2006 lalu. Kini sembilan tahun berselang, Didik kembali menantang adrenalin dengan mengikuti kejuaraan. Kali ini dia tidak tampil dalam tinju, namun pertarungan bebas yang memperbolehkan kaki dan sikut mengenai tubuh lawan.

Berani Tampil

“Saya hanya ingin para petarung muda untuk berani tampil. Kalau yang tua saja berani, kenapa yang muda tidak. Saya akan serahkan seluruh kemempuan saya untuk memenangi pertarungan,” imbuhnya.

Selain Didik, Sasana Muay Thai Rambo yang terletak di Jalan Bintoro tersebut juga menurunkan dua petarung lain pada kejuaraan tahunan itu. Mereka adalah Wahyu Tri Wijaya (23) yang akan turun di kelas 51 kg dan Khoirul Huda (31) di kelas 80+ kg.

Wahyu akan berhadapan dengan petarung dari Blitar, sedangkan Huda yang juga memiliki dasar olahraga tinju berhadapan dengan petarung asal Jakarta. Keduanya juga menargetkan dapat memenangi pertarungan di penghujung tahun ini.

“Meski belum banyak mengetahui kekuatan lawan, kami tetap akan berusaha memberikan yang terbaik agar menang. Kami sudah berlatih keras untuk tampil dalam kejuaraan ini,” ujar Wahyu.

Sasana Rambo Semarang sendiri berdiri sejak Agustus 2013 lalu. Sasana ini telah menelurkan sejumlah petarung. Kini puluhan atlet berlatih di sasana yang terletak di Jalan Bintoro, Gayamsari itu.

(Hendra Setiawan/CN39/SM Network)

Comments

comments