Ilustrasi: Istimewa

Laju Penjualan Kendaraan LCGC Tetap Kencang

Ilustrasi: Istimewa

Ilustrasi: Istimewa

SOLO, suaramerdeka.com – Laju penjualan kendaraan low cost green car (LCGC) tetap kencang, kontribusinya tetap tinggi terhadap total penjualan kendaraan masing-masing merek. Hal itu dikatakan sejumlah kepala cabang dari berbagai dealer di Solo, seperti Honda, Suzuki, Daihatsu, dan Toyota, ketika ditemui/dihubungi secara terpisah.

Branch manager Honda Solobaru Arif Andi mengatakan, kendaraan LCGC Brio Satya berkapasitas 1.000 CCdan Brio non LCGC (1.200 CC) memberi kontribusi tertinggi, lebih dari 28 persen atau sebanyak 658 unit dari total penjualan Honda all item hampir 3.000 unit hingga akhir Oktober 2016. Disusul kemudian penjualan Honda HR-V, BR-V, dan Mobilio.

Kenapa city car itu dipilih, kata Andi, selain model dan desainnya bagus, Honda Brio juga terbilang irit dan ramah lingkungan. ‘’Brio dengan dua deret tempat duduk banyak dicari para pengendara sepeda motor yang ingin beralih ke mobil. Kalau mau cari mobil untuk banyak penumpang, tentu saja mencari MPV seperti Mobilio.’’ Kata dia.

Hal senada dikatakan Branch manager Suzuki Solo Djaja Teguh, yang mengandalkan Karimun Wagon R untuk kelas LCGC. Ia mengatakan, sepanjang 2016 hingga Oktober, penjualan Karimun Wagon R di Soloraya rata-rata 100-150 unit per bulan. Dengan penjualan segitu, LCGC tersebut berada di urutan kedua setelah Suzuki Ertiga.

Sebagai bentuk apresiasi bagi para guru, lanjut Teguh, pihak dealer memberlakukan uang muka atau down payment (DP) nol persen untuk penjualan Karimun Wagon R, mulai Bulan November. ‘’Program ini, animonya cukup banyak,’’ kata dia.

Terpisah, kepala cabang Daihatsu Tambak Segaran Solo Ernawati Dyah Martanti menambahkan, lantaran stok terbatas, penjualan kendaraan LCGC Ayla yang semula berada di posisi teratas kini mulai menurun. Meski menurun, namun ada produk lainnya yang penjualannya menanjak, yakni Daihatsu Sigra dan Grand Max. ‘’Kini ada Hi-Max jenis pikap berkapasitas 1.000 CC yang sangat cocok bagi pelaku usaha mikro kecil menengah,’’ kata dia.

(Langgeng Widodo/CN39/SM Network)

Comments

comments