Foto: suaramerdeka.com / dok

Kualitas Atlet di ISG Lebih Bagus

Foto: suaramerdeka.com / dok

Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com– Para atlet yang diturunkan pada ajang Islamic Solidarity Games (ISG) 2017 di Baku, Azerbaijan dinilai lebih berkualitas dibanding ISG sebelumnya. Sebab mereka mampu memenuhi target yang dibebankan pemerintah dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Pernyataan demikian disampaikan Wakil Ketua KOI yang juga menjabat Wakil Ketua Komandan Kontingen (CdM) Indonesia untuk ISG, Muddai Madang disela acara jamuan makan malam bersama atlet timnas Indonesia di Atatur Park, Baku, Azebaijan. “ISG kali ini kualitas atletnya jauh lebih bagus dibanding ISG sebelumnya. Artinya, atlet-atlet yang berlaga sekarang ini banyak atlet yang malang melintang di Eropa. Karena memang sebagian dari peserta ISG ini berkompetisi di Eropa,” kata Muddai.

Dalam acara makan malam yang juga dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan Husnan Bey Fananie ini Muddai menegaskan, hingga saat ini posisi sementara Indonesia berada di urutan keenam  dengan raihan medali sementara 6 emas, 25 perak dan 20 perunggu. Pihaknya berharap masih ada penambahan medali hingga posisi di lima besar. “Masih ada pertandingan cabang loncat indah, wushu dan basket 3×3. Mudah-mudahan masih tetap bisa masuk lima besar,” harapnya.

Sementara itu, pelatih tim renang Indonesia, Albert C Sutanto menyebut medali emas yang diraih I Gede Siman Sudartawa dan Gagarin Nathaniel di ISG sangat berharga. Pasalnya, lawan yang dihadapi adalah perenang yang terbiasa berkompetisi di Eropa. “Medali emas yang diraih Siman dan Gagarin itu sangat berharga sekali. Sebab, mereka meraih prestasi dengan mengalahkan perenang-perenang dari Turki, Syria, dan tuan rumah Azerbaijan yang tergolong kelasnya Eropa,” jelas Albert C Sutanto.

Medali emas pertama Indonesia yang diraih Gagarin Nathaniel pada nomor 200 meter gaya dada putra, kata Albert, di luar dugaan. “Sebetulnya medali emas nomor 200M Gaya Dada putra itu bukan suatu target. Tapi, Gagarin secara mengejutkan mampu bersaing dan menangnya pun sangat sedikit, hanya 10/100 detik,” ujarnya.

Berbeda dengan I Gede Siman Sudartawa yang memang ditargetkan untuk merebut medali emas pada nomor 100 meter gaya bebas. Namun, Siman yang tampil percaya diri itu mampu menjadi bintang setelah merebut emas keduanya dari nomor 50 meter gaya punggung sekaligus memecahkan rekor nasional. “Ini memang luar biasa. Siman yang bersaing dengan perenang kelas Eropa mampu menjuarai nomor 50 meter gaya punggung sekaligus memecahkan rekor nasional,” katanya.

(Arif M Iqbal / CN26)

Comments

comments