Foto: istimewa

Kontingen Berangkat, Kinerja Panitia Memuncak

Foto: istimewa

Foto: istimewa

JUMAT, 9 September 2016 bersamaan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional di Alun-alun Kota Boyolali secara simbolis kontingen Jateng telah dilepas Gubernur Ganjar Pranowo untuk menuju arena PON XIX yang akan berlangsung di Jabar.

Para duta olahraga Jateng ini tidak bertolak ke medan perang secara bersamaan, tetapi bertahap sesuai dengan jadwal pertandingan dan penerimaan yang diberlakukan Panitia Besar (PB) PON di Bandung. Rombongan terbesar berangkat Kamis (15/9) besok.

Sebanyak 619 atlet terdiri atas 342 atlet putra dan 277 putri berkompetisi di kancah nasional itu. Selain itu, ada pula 161 ofisial seperti manajer, pelatih, asisten pelatih, mekanik atau teknisi serta sejumlah anggota panitia yang secara teknis dan nonteknis harus sigap menjalankan tugas dan fungsinya di Jabar nanti. Bagaimana persiapan kontingen Jateng, khususnya para staf pendukung? Hal inilah yang akan dibahas SMNnetwork di TVKU, Kamis (15/9) pukul 16.30 – 17.30 WIB bersama Komandan Ketua Kontingen Sukahar.

Anggota kontingen di luar atlet memang memerlukan personel yang sangat banyak. Maklum saja, Panitia Besar (PB) PON memainkan pertandingan dan perlombaan dalam 61 venues di 15 kota/kabupaten untuk menggelar 44 cabang olahraga, termasuk 16 subcabang olahraga. Ini sangat merepotkan panitia kontingen, sehingga kesiapan dan kesigapan tim pendukung ini akan ikut menentukan perjuangan para atlet.

Menurut analisa SMNetwork, walau PON ini dilangsungkan di Jawa (setelah beberapa kali di luar Jawa: Sumsel, Kaltim, Riau) yang secara umum memiliki fasilitas fisik jauh lebih baik, bukan berarti kondisi dan situasi di lapangan menjadi mudah, terutama menyangkut transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan dan keamanan.

Kita tahu, Bandung dan kawasan sekitar selalu macet saat akhir pekan. Nah, ketika di hari-hari biasa sudah macet seperti itu, apalagi kemudian ditambah paling tidak 20.000 peserta anggota kontingen dari seluruh Indonesia, maka ancaman gangguan di jalan raya cukup rawan. Jika ini tidak diantisipasi, bisa saja akan menjadi handicap tersendiri dalam upaya mencapai target masing-masing cabang olahraga di PON nanti.

Kinerja Panitia

Kinerja panitia memang harus optimal, khususnya dalam hal koordinasi operasional lapangan sebagai upaya mendukung perjuangan para atlet di lapangan. Ini repot memang, melihat jumlah cabang dan tempat pertandingan yang berjauhan, ada beberapa tempat di Kota Bandung, kemudian di Kabupaten Bandung, juga ada yang di Bogor, Cimahi, Subang, Pangandaran, Bekasi, Cirebon, Karawang dll.

Tentu saja kontingen Jateng memerlukan pembentukan sejumlah pos komando (posko), baik Posko Utama maupun Posko Pendukung sebagai pusat pengendalian operasional kontingen. Karena itu anggota panitia harus disiapkan sejak awal. Sukahar sebagai Chef De Mission (CDM) kontingen sudah sadar betul tentang hal ini. “Saya sudah sering berkoordinasi dengan para koordinator bidang. Mudah-mudahan nanti semuanya bisa berjalan dengan baik di lapangan,” katanya.

Tugas panitia memang sangat penting. Seperti diketahui, bahwa kontingen PON ini terdiri atas dua kelompok, yakni kelompok atlet dan kelompok panitia, bahkan panitia ini pun ada panitia inti dan panitia pendukung namun mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sama.

Kalau dalam medan perang, atlet dan pelatih ini diibaratkan pasukan dan teknisi tempur, maka panitia menjadi penyedia logistik. Mereka memiliki tugas pokok dan fungsi yang sangat vital.

Bukan hanya itu, panitia juga sangat berperan di atas meja. Misalnya, jika terjadi persoalan di lapangan, maka panitia akan mengambil alih persoalan. Misalnya, jika terjadi atlet cedera, atlet protes dan kendala yang terkait dengan PB PON, maka panitia yang menyelesaikan.

Biasanya, selama pelaksnaan PON setiap saat ada CDM Meeting. Di meja pertemuan para komandan kontingen inilah kita harus berjuang, melaporkan dan melakukan evaluasi pelaksanaan PON yang sedang berjalan. Ya, perjuangan bukan hanya di arena pertandingan, tetapi juga di ruang yang lain. Selamat berjuang duta olahraga Jawa Tengah, semoga sukses!

(I Nengah Segara Seni / CN26)

Comments

comments