Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

KONI Tak Akan Intervensi Persoalan PGSI Jateng

Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

SEMARANG, suaramerdeka.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jateng menegaskan tak akan mengintervensi pada persoalan di tubuh Pengprov Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jateng. Induk cabang olahraga tersebut menyerahkan sepenuhnya kepada PGSI Jateng untuk mencari solusi.

KONI Jateng meminta, jangan sampai permasalahan yang ada mengganggu persiapan menghadapi Pra-PON XIX di Kota Malang, 29 November-3 Desember. KONI Jateng telah menerima pengajuan surat rekomendasi hasil Musorprovlub yang digelar beberapa waktu lalu. Hal itu dinilai berpotensi dualisme pengurus.

”KONI Jateng tidak berada dalam posisi mengintervensi persoalan PGSI Jateng. Tapi kami tetap memberi perhatian dan mendorong PGSI Jateng segera mencari solusi yang terbaik. Sepanjang tidak ada pengakuan dari PP PGSI, KONI Jateng tidak merespon surat pengajuan tersebut bahkan memberi rekomendasi,” tandas  Ketua Umum KONI Jateng Hartono saat audiensi dengan PGSI Jateng di Kantor KONI Jateng, Kompleks Jatidiri, Selasa (10/11).

Terkait persoalan pegulat, pihaknya memang menyarankan untuk seleksi ulang dalam arti kompetisi. Namun, jika pengurus mempunyai pertimbangan lain, KONI Jateng juga tak akan turut campur. Hanya saja, jika ada pergantian pegulat secepatnya menyelesaikan administrasi pergantian tersebut.

”Sekali kami menegaskan, jika ada dualisme akan sulit untuk menyelesaikan. Kami bisa tidak mengirimkan gulat ke Pra-PON XIX, karena memang wewenang KONI Jateng untuk menentukan cabang mana saja yang bakal dikirim. Sekali lagi kami tidak merespon surat pengajuan tersebut,” tutur Hartono.

Hal ini untuk menjaga kondusivitas tim gulat Jateng agar fokus penuh mempersipakan diri menghadapi babak kualifikasi. Ketua Umum PGSI Jateng Andreas Budi Wirohardjo menyambut baik keputusan KONI Jateng tersebut. Hal itu menjadikan pihaknya semakin percaya diri mempersiapkan atlet.

“Kami akan segera menyelesaikan persoalan ini selepas Pra-PON XIX nanti. Kami selalu membuka pintu untuk berdiskusi mencari jalan keluar persoalan ini,” tandas Andreas.

(Krisnaji Satriawan / CN26)

Comments

comments