Foto: Istimewa

KONI-Pemerintah Wacanakan Gelar PON Dua Tahun Sekali

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – KONI Pusat dan Pemerintah memiliki wacana untuk menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) dua tahun sekali.

Menurut Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman, alasan mempercepat pelaksanaan PON dari empat tahun menjadi dua tahun sekali untuk pemerataan sarana dan prasarana (sarpras) olahraga di tiap-tiap provinsi. Sebab jika mununggu empat tahun sekali, pemerataan dinilai terlalu lama. Selain itu, wacana yang dimunculkan adalah menggabungkan dua provinsi agar menjadi tuan rumah bersama.

“Kami sudah mendapat arahan dari Pak Menteri (Menpora) supaya bisa menyelenggarakan PON dua tahun sekali. Pertama PON 2020, tidak hanya Papua, tapi Papua Barat bisa diajak untuk berkontribusi,” kata Tono di sela Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2017 di Gedung Lemhanas, Jakarta, Selasa (21/2).

Dia menjelaskan, wacana menggulirkan PON tersebut akan dibahas bersama anggota KONI di tingkat Musornaslub dan RAT. Jika mendapat persetujuan anggota, maka PON dua tahun sekali bisa diselenggarakan usai PON Papua 2020.

“Yang diinginkan pemerintah adalah penyebaran sarpras. Semakin banyak sarpras, semakin besar untuk berolahraga. Kami akan sikapi, kami cari solusi dan dibahas di RAT,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan membahas masalah PON Remaja 2017 yang penyelenggaraannya ditunda karena tak mendapat izin dari pemerintah. Kali ini, KONI mengusulkan agar PON Remaja digelar pada tahun genap.

“Kami tentu mengerti kenapa PON Remaja ditunda karena bersamaan dengan Popnas. Mungkin kami berikan solusi, PON Remaja jatuh pada tahun genap,” jelas Tono.

Menurut dia, pelaksanaan PON Remaja sangat penting karena atlet juara bisa menjadi pelapis atlet elite di pelatnas. Apalagi, sejauh ini Satlak Prima kesulitan mencari pelapis lantaran minimnya atlet muda berkualitas.

“PON Remaja itu penting sekali. Kalau dulu kita mendengar Satlak Prima, tidak ada feeder dan pelapis. Karena itu kita buatkan pelapis di sini. Semakin banyak event, semakin banya atlet. Jika sedikit event, semakin sedikit atlet,” terangnya.

(Arif M Iqbal/CN39/SM Network)

Comments

comments