Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

KONI Jateng Usulkan Seleksi Ulang Tim Gulat Jateng

Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

SEMARANG, suaramerdeka.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jateng mengusulkan agar digelar seleksi ulang untuk tim gulat Jateng yang akan diterjunkan pada babak kualifikasi PON XIX yang akan berlangsung di Malang, November mendatang. Hal tersebut untuk mengantisipasi terpecahnya tim gulat Jateng.

”Kami mendorong agar diadakan seleksi kembali agar terpilih pegulat yang benar-benar terbaik untuk Jateng. Jika memang merasa mampu dan layak masuk tim PON XIX yang coba bersaing. ” tutur Wakli Ketua Umum II KONI Jateng Sudarsono saat mediasi antara Pengprov PGSI Jateng dengan atlet yang terdegradasi di Kantor KONI Jateng, Kamis (22/10).

Soal mekanisme bagaimana seleksi dan kapan akan digelar, KONI menyerahkan sepenuhnya kepada Pengprov PGSI Jateng. Menurutnya, jangan sampai persoalan tersebut mengganggu persiapan untuk babak kualifikasi. Pihaknya siap memfasilitasi seleksi ulang tersebut.

Sementara itu, Kabid Binpres KONi Jateng Taufik Hidayah menyatakan, jika memang ada 26 kelas yang dipertandingkan, KONI Jateng siap memfasilitasi. ”Silakan saja tentukan 26 pegulat terbaik. KONI Jateng siap membantu untuk babak kualifikasi nanti,” tutur Taufik.

Seperti diketahui, pada September lalu Pengprov Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) melakukan promosi-degradasi pegulat pelatda. Hampir seluruh pegulat yang menghuni pemusatan latihan tergantikan oleh atlet lain. Selain faktor teknis, ada sisi kedisiplinan yang menjadi pertimbangan. Di samping itu, pengprov juga mengganti tim pelatih.

Keputusan tersebut dipertanyakan pegulat yang terdegradasi dan pelatih yang diganti dengan melakukan mediasi di Kantor KONI Jateng. Salah satu mantan pelatih Ngabdi menyatakan, ada kesalah pahaman terkait masalah ini. ”Seleksi ulang merupakan jalan yang terbaik,” tuturnya.

Ketua Umum Pengprov PGSI Jateng Andreas Budi Wirohardjo menyatakan akan mempertimbangkan usulan KONI Jateng untuk selesi ulang. ”Seleksi tidak harus dalam sebuah pertandingan. Bisa melalui hal lain seperti kedisiplinan, kesiapan fisik atau faktor lainnya. Waktu sudah sangat mepet,” papar Andreas.

(Krisnaji Satriawan / CN26)

Comments

comments