Foto: Istimewa

Kemenpora Diminta Jembatani Penyatuan KONI-KOI

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Kemenpora diminta menjembatani penyatuan KONI dan KOI setelah kedua lembaga olahraga tersebut tidak akur. Bahkan, penyatuan KONI dan KOI telah direkomendasikan pada Rakor Pembinaan Olahraga Nasional Mendukung Program Indonesia Emas Menuju Asian Games 2018 di JCC Senayan, Jakarta, 26-28 Agustus 2015.

“Dua-duanya diangggap perlu untuk dipersatukan dan yang pas menjembatani adalah Kemenpora. Desainnya seperti apa, kita akan mengikuti,” ujar Ketua Satlak Prima Suwarno di Jakarta, Jumat (28/8).

Menurut pria kelahiran Purworejo ini, penyatuan KONI dan KOI mendesak untuk dilakukan. Idealnya, lanjut dia, langkah itu dilakukan pada akhir tahun ini. Apalagi, kedua lembaga pembina olahraga tersebut akan menggelar Munas dengan agenda pemilihan ketua umum.

KONI Pusat pimpinan Tono Suratman dan KOI yang dikendalikan Rita Subowo sudah berjalan sejak 2011 lalu dan akan berakhir pada Oktober serta November. “Kalau lihat akhir masa jabatan, ya seyogyanya akhir tahun bisa selesai. Jadi rekomendasi Rakor, KONI disatukan dengan KOI dan dipimpin satu orang,” jelas Suwarno yang juga wakil ketua umum KONI Pusat.

Untuk diketahui, pemisahan KONI dan KOI telah diamanatkan UU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) Nomor 3 Tahun 2005. Namun, pemisahan baru dilakukan pada 2011 lalu. Semenjak berpisah, prestasi olahraga Indonesia terus terpuruk. Buktinya, setahun setelah ada pemisahan, Indonesia gagal mempertahankan tradisi emas di Olimpiade London 2012.

Setelah itu, Indonesia hanya menempati posisi keempat di SEA Games 2013 Myanmar dan melorot lagi jadi posisi kelima di SEA Games 2015 Singapura. Karena itu, para peserta Rakor berharap agar KONI dan KOI disatukan kembali supaya prestasi bisa digapai.

“Tapi, kalau menunggu adanya revisi Undang-undang, pasti akan lama. Perlu solusi untuk segera menyatukan, itu bisa lewat Munas. Mestinya jajaran Kemenpora yang bisa membantunya,” ungkap Suwarno.

(Arif M Iqbal / CN26)

Comments

comments