Foto: suaramerdeka.com / Arif M Iqbal

Kemenpora Bentuk Sport Intelligence

Foto: suaramerdeka.com / Arif M Iqbal

Foto: suaramerdeka.com / Arif M Iqbal

JAKARTA, suaramerdeka.com – Kemenpora terus berupaya meningkatkan prestasi olahraga di Tanah Air. Salah satunya yakni membentuk sport intelligence di masing-masing cabang olahraga.  Sport intelligence adalah orang-orang yang bertugas memberi masukan kepada pelatih berupa data-data atlet sebelum tampil pada sebuah kejuaraan.

Data yang dihimpun tak hanya atlet Indonesia, tapi juga kelebihan dan kekurangan lawan yang akan dihadapi. Harapannya, atlet Indonesia memiliki gambaran seberapa kuat lawan yang bakal diajak tarung, sehingga bisa memenangi laga.

Sekretaris Kemenpora Alfitra Salam mengatakan, pembentukan sport intelligence dibagi menjadi dua, yakni mereka yang bertugas di dalam negeri dan luar negeri. Untuk di dalam negeri, pihaknya bakal memberdayakan para pegawai negeri sipil (PNS) Kemenpora yang ahli di bidang masing-masing.

Di instansi tersebut memang banyak mantan atlet yang bekerja sebagai PNS, misalkan bulu tangkis, renang, atletik, senam dan angkat besi.

“Kami optimalkan PNS Kemenpora dan pegawai Satlak Prima menjadi sport intelligence. Nanti akan ada pembicaraan dengan Satlak Prima dan KOI, bagaimana SDM-nya sehingga proses kinerja sport intelligence bisa terstruktur,” kata Alfitra pada acara Diskusi Kamisan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kumis Kemenpora) di Gedung Kemenpora, Jakarta, Kamis (4/12).

Adapun untuk sport intelligence yang bertugas di luar negeri, pihaknya akan meminta bantuan kepada para diplomat KBRI yang tersebar di berbagai negara. Dia mencontohkan ketika ada kejuaraan di Thailand, maka Kemenpora akan menghubungi KBRI di Bangkok. Mereka akan diminta untuk memberi masukan terkait data-data atlet Thailand, mulai dari kelemahan dan kelebihannya.

“Tentu kami juga perlu minta izin kepada Kementerian Luar Negeri untuk komunikasi dengan pihak KBRI. Kami minta mereka mengkaji kelemahan dan kelebihan atlet lawan agar bisa dipelajari dari Indonesia, sehingga ketika pertandingan dimulai, kita memiliki gambaran yang jelas,” terangnya.

Mantan sprinter nasional yang kini menjadi PNS Kemenpora, Suryo Agung Wibowo sepakat dibentuknya sport intelligence. Dia berharap Kemenpora bisa merealisasikan wacana yang digulirkan berbagai pihak itu.

“Tolong sport intelligence ini bisa direalisasikan. Kita memang butuh orang-orang ahli untuk memberi masukan kepada pelatih. Kalau di atletik, sangat kurang sekali orang seperti itu, mungkin hanya satu atau dua orang. Padahal mereka harus mengkaji lawan-lawan dengan jumlah yan banyak,” kata pria kelahiran Solo tersebut.

(Arif M Iqbal /CN26)

Comments

comments